Monday, 23 July 2012

#MyExchangePhoria - First Project - Environment Protection at Zhungfang ASP



Zhungfang ASP merupakan sebuah Non-Government Organisation berbasis pendidikan bagi warga tidak mampu di sebuah daerah sebelah utara Beijing. Warga disini merupakan para imigran, sehingga sering sekali saya menemukan perbedaan ras. Saya mengajar siswa kelas 4 SD sehabis mereka pulang dari sekolahnya. Jadwal mengajar saya dari pukul 15.30 - 17.30 (tentu saja Matahari tampak seperti pukul 15.00 di Indonesia ketika kelas berakhir). Anak-anak disini sangat menyenangkan, hanya saja benar benar sulit untuk berkomunikasi dengan mereka.


Jujur, hari pertama saya mengajar, saya menangis. Saya benar-benar merasa rindu dengan adik-adik saya di Perpustakaan Anak Maleber. Sempat tersirat dalam pikiran saya, "Mengapa saya harus pergi jauh-jauh kesini sedangkan meraka yang berada di dekat rumah pun membutuhkan saya". Apalagi saat ini PAM menjadi salah satu titik tempat pengajaran untuk project China Town nya AIESEC Bandung. Belum lagi ada salah satu siswa yang perawakannya mirip dengan adik laki-laki saya. Saya menangis.

Saya mencoba untuk mencari sisi positif dari keadaan 'mengapa saya disini'. Ya! NGO ini sangat terorganisir (mungkin karena mereka telah hidup selama 6 tahun). Dilihat dari banyaknya peralatan yang mereka punya, kantor yang penuh dengan kesibukan dan para volunteer yang benar-benar mengembangkan daerah ini. "Saya iri kepada mereka", saya katakan itu dan sempat berbincang mengenai PAM pula. Saya beruntung berada disini. Saya banyak belajar dari mereka, bagaimana mengorganisir sebuah NGO. Tidak mudah, memang sulit. Terutama dari hal pendanaan. Sangat sensitif.












Dua minggu berada disana merupakan pengalaman yang amat berharga bagi saya. Walaupun saya sempat kecewa ketika project yang mereka tawarkan sebelumnya itu tidak relevan dengan project sebenarnya. Saya rasa, mengajarkan sains (environment protection) dalam bahasa Inggris kepada siswa SD yang belum mempunyai bahkan mengetahui huruf latin itu lebih sulit daripada mengajarkan bagaimana membuat karya tulis ilmiah kepada siswa SMA. Mungkin ini telah di rencanakan Tuhan sebelumnya sebagai jalan bagi saya untuk lebih tanggap terhadap PAM. Ini merupakan pengalaman yang berarti bagi saya.

-------------Saat ini saya berada di kota Nanjing, jaraknya sama seperti Bandung - Kuala Lumpur. Ini project ke dua saya, project ini tentang culture. Allah memang benar-benar merealisasikan mimpi ke dua saya. Disini saya mendapatkan lebih banyak teman, ada kurang lebih 40 orang dari berbagai negara. Semoga apa yang dilakukan disini bermanfaat.

Saya benar-benar merindukan Perpustakaan Anak Maleber.


Warm regards from Nanjing,
Lilis <3