Lilis: Kata beberapa orang, hari-hari yg saya jalani TAMPAK selalu menyenangkan. Pernah ada yg nanya. Suka sedih gak sih? Perasaan #semangat terus.
Lilis: Jawab. Saya manusia. Ya pasti sama aja. Hidup saya ada senangnya, sedihnya, takutnya, malunya, dan sakit hatinya. Normal saja. #semangat
Ardiansiah: @liliskarmilawti padahal melodramatic -___-
Lilis: Bahkan barusan kata @ardiansiah , saya melodramatic. Kata A saya begini. Kata B saya begitu. Kata C saya begono. #semangat
Lilis: Permasalahannya adalah tentang Personal-Branding dan LINGKUNGAN penunjangnya. #semangat
Lilis: Lingkungan. Ya. Itu merupakan daerah pembentukan karakter diri kita "Character Building". #semangat
Lilis: Dulu. Sekitar 4 tahun yg lalu. Lingkungan saya relatif di zona nyaman, tanpa beban, pengennya have-fun & so pasti BERPACARAN #asik #semangat
Lilis: Tapi, ketika lingkungan saya berubah (kuliah nih ceritanya). Karakter pun ikut berubah. Lingkungan positif dan galau pun datang. #semangat
Lilis: Melodramatic? Oo sangat jelas sekali. Serasa tidak bisa hidup tanpanya (menuhankan pasangan/ hobby). Nanti saya sama siapa? :''''( #semangat
Lilis: Namun. Dibalik semua itu. Bersyukurlah. Karena bisa jadi itu proses pembersihan diri yang Tuhan berikan kepada kita agar BERFIKIR. #semangat
Lilis: Lama ga teh? LAMA. BANGET. Namun kembali lagi, itu bergantung pada dengan siapa kita bergaul setelah galau tersebut. #semangat
Lilis: "Tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, kecuali Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik." (HR. Ahmad) #semangat
Lilis: Saya seseorang yg relatif bisa berteman dengan siapapun. Karena menurut saya, semuanya makhluk Alloh dan tidak boleh pilih-pilih. #semangat
Lilis: Namun. Kita harus tahu tujuan kita hidup di Dunia ini semata-mata diniatkan untuk IBADAH. *kan itu yg ditanyain nanti di kubur mah #semangat
Adityo24: @liliskarmilawti sedaaaap
Lilis: Semua hal. Mau lewat bisnis, bantu mamah, kegiatan sosial dan Skripsi (walopun terkadang terbesit pikiran "meni hese Fisika teh") #semangat
Lilis: APAPUN PROFESINYA, semuanya diniatkan untuk IBADAH. Bahkan berteman pun semuanya diniatkan untuk IBADAH. #semangat
Lilis: Hanya saja tadi. Kuatkan diri dengan hal positif. Hal negatif akan selalu datang tanpa kita cari. Bahkan di komunitas positif pun. #semangat
Lilis: Tingkatkan kapasitas penerimaan hal positif dalam diri kita. Jadikan antibodi. Agar si kuman-kuman negatif mati tanpa kita basmi. #semangat
Lilis: Ketika kata IBADAH itu kita hadirkan dalam setiap kegiatan, maka dengan sendirinya kehidupanmu akan menyenangkan & #semangat setiap harinya.
Lilis: Biarkan hanya kepada Alloh lah kamu meminta (curhat). Sesekali ke temen boleh lah ya, saya juga lagi belajar mengurangi yang ini. #semangat
Lilis: Senyum itu menular, senang itu menular, bahagia itu menular apalagi sedih, sedih juga menular. #semangat
Lilis: Mending kita tebarkan kebahagiaan ya, dapet pahala. Daripada menebarkan sedih, apa jadinya ya? :O Saya juga lagi belajar hehe ^^v #semangat
Lilis: Saling mengingatkan & menguatkan. Jangan saling menyakiti (meskipun sudah fitrahnya dan memang syetan selalu menggoda). #semangat
Lilis: Semoga kita bertemu lagi di akhirat nanti yah sahabat-sahabatku. Dengan seyum bergembira. Berbincang tentang jalan hijrah kita. #semangat
Lilis: Cukup sekian. Intinya tebarkan kebaikan. Jadilah kepanjangan tangan Tuhan. Semua yang kita lakukan PASTI akan dibalas. Yakin. #semangat
Lilis: Terakhir. Tadi pagi saya menemukan coretan ini di dinding ruangan Bapak Kepala Bidang Pemodelan Iklim PSTA-LAPAN. #semangat
Lilis: "Satu-satunya cara untuk BAHAGIA adalah dengan MENCINTAI" | Nah, cintai Allah. Bukan makhluknya. Menutun makhluk bukan menuntut. #semangat
Lilis: Kamu ingin apapun, minta lah. Jangan sombong gak mau minta. Namun jalankan perintah-Nya dulu! Agar terhitung sebagai ibadah. #semangat !!!
Lilis: Mau yang versi gaul nya? Mangga, nih! cari yang kaya gini minimal http://liliskarmilawti.blogspot.com/2013/11/date-aiesecer-re-blog-from.html
Thursday, 28 November 2013
Date An AIESECer - (Re-Blog from thenadology.tumblr.com)
Date an AIESECer.
Date an AIESECer. Date someone who believes that if their dreams don’t scare them, then they’re not big enough. Date a change maker, a person who believes he was born for a reason. They may not be the perfect flawless people you’ll meet in your life, but you’ll be impressed by how much they’re endlessly working on themselves.
Find an AIESECer. You’ll spot them dancing their own moves (roll calls) on certain songs. They spend too much time on Gmail and Google Drive. Once you get to know an AIESECer, spontaneously you’ll get to know many others. As AIESECers deal with each other as family, they don’t only work together, go visits or work on projects together. But they get so connected that they literally spend their whole time together. They feel free to call their AIESEC friends to hang out together even if they talked to them once. Yes, socializing is that easy when you’re dealing with AIESECers.
Don’t panic when they ask you for personal feedback after anything. It’s not a joke. They will actually consider whatever you’ll tell them. As they are in their journey of self discovery and development. Don’t get bored when they keep telling you about their AIESEC dreams, get very excited when they step into a new role in their AIESEC experience, you may think they’re stupid but you’ll get all these syndromes when you join, too. And you’ll hear the most famous line ever “Didn’t I tell you how awesome it is?”.
Trust me, AIESECers don’t live in their own bubble. You may find them the most interesting people to talk with about politics, philosophy, art and life. AIESECers are travelers and leaders, you’ll get fascinated by how much experience, knowledge and wisdom they have.
Date an AIESECer and the huge amount of motivation you’ll get would be simply unbelievable. An AIESECer would understand that you’re a human being and you need to get motivated every now and then. You’ll find them supporting you like ever, with all the words and actions they can provide you with.
Date an AIESECer so when you’re about to take a new step into your career, you’ll find them your guardian angel. They will interview you before your professional interview, making sure you can pass it and focusing on all your weaknesses that you have to change and work on.
A relationship with an AIESECer would be totally different than any other relation. You’d both sit together and make a goal setting with a certain target and a deadline, you’ll find yourself working on the development of both of you. Whenever you find them not working on their weaknesses, you’ll keep them updated. So at the end of the time period you both agreed on, you’ll find yourself got developed in something, learnt a new skill and had an impact on someone else. AIESECers will bring out the best of you.
Give them challenges. Put them in a competition mood and don’t set rules for the game, you’ll find extremely creative ways they discovered. Travel with them, to somewhere you haven’t traveled before. Get lost with them and don’t fear anything, you’ll enjoy the journey. Exploring with an AIESECer would be the most enjoyable thing you’ll ever do in your life.
It’s okay to make mistakes. An AIESECer would understand, and would give you the space you need to make mistakes, learn from them and move on. An AIESECer won’t expect a perfect partner. An AIESECer won’t need a perfect partner. An AIESECer need a person with flaws and potentials, who’d agree to go on a self development journey, no more no less.
It’s okay to be different, too. AIESECers understand and accept diversity. They know how to get benefited from, they love being with diverse people, not just a copy paste from them. They’ll always show flexibility towards any different opinions or actions. They are open minded and you can be yourself with them, without acting or beautifying.
You won’t need to overact to make an AIESECer notice you’re sad or depressed. They are extremely emotionally intelligent. They will notice and care about you. They would put themselves in your shoes. They will always listen carefully and give you their full attention.
Date an AIESECer and they’ll take you to new places, influential and inspiring movies and talks, recommend you creative books. As AIESECers are always looking for sources of inspiration. With AIESECers you’ll always feel fresh and alive.
Date an AIESECer and you’d be more than proud to introduce them to anyone, your family or your friends. AIESECers are always interesting people to talk with, with so much impressive stories and experiences. They’re passionate, creative and entrepreneurs. They will face whatever challenges they have in their lives.
Date an AIESECer and they will make you something from nothing. They know how to be resourceful and they understand how to enjoy the little things they have. Date an AIESECer and listen to them talking about their society from the positive perspective, as if it’s not a hopeless case. They will always find hope, a light and they will work on it to make it a better place to live in.
Date an AIESECer so they will believe in you, make you believe in yourself and in your potentials. They will show you that you’re a lot more wonderful, special and beautiful than you ever give yourself credit for.
Date an AIESECer so you’ll always be young, wild and free.
Date an AIESECer. Date someone who believes that if their dreams don’t scare them, then they’re not big enough. Date a change maker, a person who believes he was born for a reason. They may not be the perfect flawless people you’ll meet in your life, but you’ll be impressed by how much they’re endlessly working on themselves.
Find an AIESECer. You’ll spot them dancing their own moves (roll calls) on certain songs. They spend too much time on Gmail and Google Drive. Once you get to know an AIESECer, spontaneously you’ll get to know many others. As AIESECers deal with each other as family, they don’t only work together, go visits or work on projects together. But they get so connected that they literally spend their whole time together. They feel free to call their AIESEC friends to hang out together even if they talked to them once. Yes, socializing is that easy when you’re dealing with AIESECers.
Don’t panic when they ask you for personal feedback after anything. It’s not a joke. They will actually consider whatever you’ll tell them. As they are in their journey of self discovery and development. Don’t get bored when they keep telling you about their AIESEC dreams, get very excited when they step into a new role in their AIESEC experience, you may think they’re stupid but you’ll get all these syndromes when you join, too. And you’ll hear the most famous line ever “Didn’t I tell you how awesome it is?”.
Trust me, AIESECers don’t live in their own bubble. You may find them the most interesting people to talk with about politics, philosophy, art and life. AIESECers are travelers and leaders, you’ll get fascinated by how much experience, knowledge and wisdom they have.
Date an AIESECer and the huge amount of motivation you’ll get would be simply unbelievable. An AIESECer would understand that you’re a human being and you need to get motivated every now and then. You’ll find them supporting you like ever, with all the words and actions they can provide you with.
Date an AIESECer so when you’re about to take a new step into your career, you’ll find them your guardian angel. They will interview you before your professional interview, making sure you can pass it and focusing on all your weaknesses that you have to change and work on.
A relationship with an AIESECer would be totally different than any other relation. You’d both sit together and make a goal setting with a certain target and a deadline, you’ll find yourself working on the development of both of you. Whenever you find them not working on their weaknesses, you’ll keep them updated. So at the end of the time period you both agreed on, you’ll find yourself got developed in something, learnt a new skill and had an impact on someone else. AIESECers will bring out the best of you.
Give them challenges. Put them in a competition mood and don’t set rules for the game, you’ll find extremely creative ways they discovered. Travel with them, to somewhere you haven’t traveled before. Get lost with them and don’t fear anything, you’ll enjoy the journey. Exploring with an AIESECer would be the most enjoyable thing you’ll ever do in your life.
It’s okay to make mistakes. An AIESECer would understand, and would give you the space you need to make mistakes, learn from them and move on. An AIESECer won’t expect a perfect partner. An AIESECer won’t need a perfect partner. An AIESECer need a person with flaws and potentials, who’d agree to go on a self development journey, no more no less.
It’s okay to be different, too. AIESECers understand and accept diversity. They know how to get benefited from, they love being with diverse people, not just a copy paste from them. They’ll always show flexibility towards any different opinions or actions. They are open minded and you can be yourself with them, without acting or beautifying.
You won’t need to overact to make an AIESECer notice you’re sad or depressed. They are extremely emotionally intelligent. They will notice and care about you. They would put themselves in your shoes. They will always listen carefully and give you their full attention.
Date an AIESECer and they’ll take you to new places, influential and inspiring movies and talks, recommend you creative books. As AIESECers are always looking for sources of inspiration. With AIESECers you’ll always feel fresh and alive.
Date an AIESECer and you’d be more than proud to introduce them to anyone, your family or your friends. AIESECers are always interesting people to talk with, with so much impressive stories and experiences. They’re passionate, creative and entrepreneurs. They will face whatever challenges they have in their lives.
Date an AIESECer and they will make you something from nothing. They know how to be resourceful and they understand how to enjoy the little things they have. Date an AIESECer and listen to them talking about their society from the positive perspective, as if it’s not a hopeless case. They will always find hope, a light and they will work on it to make it a better place to live in.
Date an AIESECer so they will believe in you, make you believe in yourself and in your potentials. They will show you that you’re a lot more wonderful, special and beautiful than you ever give yourself credit for.
Date an AIESECer so you’ll always be young, wild and free.
Wednesday, 27 November 2013
PLA PSTA LAPAN 1 - Alhamdulillah, Puji Tuhan. Bertemu Dengan Sosok Seorang Ibu yang Mamah Banget.
Ini memang bukan kali pertama saya datang ke Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Bandung. Lebih dari sepuluh kali, mungkin. Namun untuk maksud dan tujuan yang lain. Hari ini, 27 November 2013 adalah hari ke-dua saya datang kesini sebagai mahasiswa yang sedang internship (magang). Dan! Saya ingin membiasakan diri untuk menulis di blog kesayangan ini serta menceritakan kejadian-kejadian yang penuh hikmah selama saya berada di tempat magang (akhirnyaaa ya...)
Di hari perkenalan lingkungan (bukan hari pertama magang, ya) saya dikejutkan oleh para ibu-ibu peneliti yang ternyata mereka sangat mengasyikan. Baru hari pertama perkenalan, ada yang nyangka kalo saya penari dan berkata seperti ini "neng Lilis penari ya? ah pasti penari! nanti saya mau minta neng Lilis nari disini" Aduh Tuhanku, apa ada yang gagal dengan personal-branding yang saya bawa di hari pertama perkenalan ya? O_o Apa karena saking bersemangatnya seorang saya yang kinestetis ini?
Lalu, satu minggu kemudian.
HARI PERTAMA
Di hari pertama (kemarin) saya magang, saya dikejutkan oleh seorang ibu peneliti lain namun masih di ruangan yang sama. Ibu yang nampaknya memiliki sikap yang hampir sama dengan mamah saya ini namanya bu Iis. Beliau lulusan S1 Fisika UNPAD dan S2 Meteorologi ITB. Dikarenakan para peneliti di Bidang 3 Pemodelan Iklim PSTA LAPAN ini sedang berada di Jakarta untuk sebuah pertemuan yang katanya hari jadi LAPAN Indonesia, maka ruangan-ruangan di lantai 4 ini kebanyakan tidak ada penghuni nya untuk dua hari kedepan.
Saya langsung mengobrol banyak dengan sosok ibu Iis ini. Baikkkkkkk sekali. Supel. Menyenangkan. Ya, seperti mamah saya. Setidaknya di tempat ini saya memiliki seseorang yang layaknya seperti seorang ibu. Pertama, hal ibu Iis tawarkan adalah meja kantor saya. Bu Iis berkata "Neng, mending meja nya di ruangan utama ya, sebelah ruangan ibu biar deket sama ibu. Jangan ruang bawah di tempat anak-anak magang. Itumah buat cowok-cowok bararau (bau) dan sekarang mah lagi kosong, sararieun hihhh (menakutkan)". Ah iya jawan saya. Puji syukur Tuhan. Lalu bu Iis meneruskan lagi, "Nih disini aja ya, Neng Lilis pake ruang pribadi nya pak Ibnu aja, pak Ibnu nya baru berangkat ke Jepang untuk S3". Ruangan berukuran 7x3 meter ini berada di ruang rapat utama dengan sekat kayu yang nyaman. Kenapa nyaman? karena saya excited dengan dokumen-dokumen beliau yang dimana beberapa diantaranya berhuruf kana. Seolah menyemangati saya untuk serius menyelesaikan PLA dan TA sembari mengambil satu jam dari jam magang untuk mempelajari kembali bahasa jepang. Hati saya berbisik lembut "Pak, semoga saya bisa kesana juga ya Pak ya... Saya pinjam ruangannya. Hehehe :D"
Percakapan saya dan bu Iis pun di akhiri dengan beberapa informasi penting bagi saya disini. Mulai dari arah kiblat, bawa gelas sendiri dari rumah biar bersih, bekal makan dari rumah biar hemat, kalau ingin makan bisa pake microwave dan kulkas nya, sampai dipinjami sandal unyuk sama si ibu. Ah Tuhan, betapa penyayang nya engkau. :')
HARI KEDUA
Kami berbincang sangat banyak. Memang saya yang mulai. Kenapa? Saya ingin berbagi. Berbicara dari hati ke hati. Saya mulai dengan cerita keadaan akademis saya saat ini yang masih mengontrak satu mata kuliah dan itu di luar jurusan Fisika bahkan di luar Fakultas MIPA. Saya ceritakan semua kejadian akademis saya. Untuk apa? Agar beliau mengerti mengapa di semester 9 ini saya masih berkutat dan semacam tertinggal semeseter.
Pecakapan kami pun semakin satu frekwensi. Sampai saya cerita tentang Akademis, keluarga, titik baik perubahan saya di semester 3, Perpustakaan Anak Maleber, AIESEC (karena ketika saya membuka laptop, tidak sengaja beliau melihat foto background dekstop saya yang ketika sedang berada di China) lalu kegiatan saya di I Love Business GIMB, Muda Mulia, Great Muslimah. Sehingga perbincangan kami mengkerucut ke arah passion dan alhasil beliau lebih mengerti apa yang saya butuhkan saat ini. Dan dan dan dan dan!!! beliau mensupport besar untuk keseriusan saya magang di sini. Padaha sebelumnya saya berprasangka buruk bahwa beliau akan menasehati saya dan berfikir negatif karena lelet kuliah. Ternyata tidak. Beliau malah meminta saya untuk berkenalan dengan anak tunggal nya, Imawarni. Saat ini ia sedang berkuliah di Akuntansi UNISBA 2011 dan ternyata memiliki passion di dunia sosial dan bisnis juga namun keadaan sosial di kelasnya kurang mendukung, kata beliau. *baiklah, utusan ALLAH SWT siap meluncur, pikir saya ^^v
Nah. Sudah lah. Ini adalan cerita dua hari saya disini. Terimakasih Tuhan. Semoga apa yang sedang saya jalani saat ini menjadi berkah (manfaat) dan semata-mata hanya karena Engkau.
Bismillah. Luruskan Niat.
Warm Regards,
Lilis <3
Di hari perkenalan lingkungan (bukan hari pertama magang, ya) saya dikejutkan oleh para ibu-ibu peneliti yang ternyata mereka sangat mengasyikan. Baru hari pertama perkenalan, ada yang nyangka kalo saya penari dan berkata seperti ini "neng Lilis penari ya? ah pasti penari! nanti saya mau minta neng Lilis nari disini" Aduh Tuhanku, apa ada yang gagal dengan personal-branding yang saya bawa di hari pertama perkenalan ya? O_o Apa karena saking bersemangatnya seorang saya yang kinestetis ini?
Lalu, satu minggu kemudian.
HARI PERTAMA
Di hari pertama (kemarin) saya magang, saya dikejutkan oleh seorang ibu peneliti lain namun masih di ruangan yang sama. Ibu yang nampaknya memiliki sikap yang hampir sama dengan mamah saya ini namanya bu Iis. Beliau lulusan S1 Fisika UNPAD dan S2 Meteorologi ITB. Dikarenakan para peneliti di Bidang 3 Pemodelan Iklim PSTA LAPAN ini sedang berada di Jakarta untuk sebuah pertemuan yang katanya hari jadi LAPAN Indonesia, maka ruangan-ruangan di lantai 4 ini kebanyakan tidak ada penghuni nya untuk dua hari kedepan.
Saya langsung mengobrol banyak dengan sosok ibu Iis ini. Baikkkkkkk sekali. Supel. Menyenangkan. Ya, seperti mamah saya. Setidaknya di tempat ini saya memiliki seseorang yang layaknya seperti seorang ibu. Pertama, hal ibu Iis tawarkan adalah meja kantor saya. Bu Iis berkata "Neng, mending meja nya di ruangan utama ya, sebelah ruangan ibu biar deket sama ibu. Jangan ruang bawah di tempat anak-anak magang. Itumah buat cowok-cowok bararau (bau) dan sekarang mah lagi kosong, sararieun hihhh (menakutkan)". Ah iya jawan saya. Puji syukur Tuhan. Lalu bu Iis meneruskan lagi, "Nih disini aja ya, Neng Lilis pake ruang pribadi nya pak Ibnu aja, pak Ibnu nya baru berangkat ke Jepang untuk S3". Ruangan berukuran 7x3 meter ini berada di ruang rapat utama dengan sekat kayu yang nyaman. Kenapa nyaman? karena saya excited dengan dokumen-dokumen beliau yang dimana beberapa diantaranya berhuruf kana. Seolah menyemangati saya untuk serius menyelesaikan PLA dan TA sembari mengambil satu jam dari jam magang untuk mempelajari kembali bahasa jepang. Hati saya berbisik lembut "Pak, semoga saya bisa kesana juga ya Pak ya... Saya pinjam ruangannya. Hehehe :D"
Percakapan saya dan bu Iis pun di akhiri dengan beberapa informasi penting bagi saya disini. Mulai dari arah kiblat, bawa gelas sendiri dari rumah biar bersih, bekal makan dari rumah biar hemat, kalau ingin makan bisa pake microwave dan kulkas nya, sampai dipinjami sandal unyuk sama si ibu. Ah Tuhan, betapa penyayang nya engkau. :')
HARI KEDUA
Kami berbincang sangat banyak. Memang saya yang mulai. Kenapa? Saya ingin berbagi. Berbicara dari hati ke hati. Saya mulai dengan cerita keadaan akademis saya saat ini yang masih mengontrak satu mata kuliah dan itu di luar jurusan Fisika bahkan di luar Fakultas MIPA. Saya ceritakan semua kejadian akademis saya. Untuk apa? Agar beliau mengerti mengapa di semester 9 ini saya masih berkutat dan semacam tertinggal semeseter.
Pecakapan kami pun semakin satu frekwensi. Sampai saya cerita tentang Akademis, keluarga, titik baik perubahan saya di semester 3, Perpustakaan Anak Maleber, AIESEC (karena ketika saya membuka laptop, tidak sengaja beliau melihat foto background dekstop saya yang ketika sedang berada di China) lalu kegiatan saya di I Love Business GIMB, Muda Mulia, Great Muslimah. Sehingga perbincangan kami mengkerucut ke arah passion dan alhasil beliau lebih mengerti apa yang saya butuhkan saat ini. Dan dan dan dan dan!!! beliau mensupport besar untuk keseriusan saya magang di sini. Padaha sebelumnya saya berprasangka buruk bahwa beliau akan menasehati saya dan berfikir negatif karena lelet kuliah. Ternyata tidak. Beliau malah meminta saya untuk berkenalan dengan anak tunggal nya, Imawarni. Saat ini ia sedang berkuliah di Akuntansi UNISBA 2011 dan ternyata memiliki passion di dunia sosial dan bisnis juga namun keadaan sosial di kelasnya kurang mendukung, kata beliau. *baiklah, utusan ALLAH SWT siap meluncur, pikir saya ^^v
Nah. Sudah lah. Ini adalan cerita dua hari saya disini. Terimakasih Tuhan. Semoga apa yang sedang saya jalani saat ini menjadi berkah (manfaat) dan semata-mata hanya karena Engkau.
Bismillah. Luruskan Niat.
Warm Regards,
Lilis <3
Tuesday, 26 November 2013
Ar-Rahman (55) : 1-78 | My Favorite Surah, The Greatest Grateful in My Soul
Dengan menyebut Asma Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang
(Tuhan) Yang Maha Pemurah,
QS. ar-Rahman (55) : 1
Yang telah mengajarkan Al Qur’an.
QS. ar-Rahman (55) : 2
Dia menciptakan manusia.
QS. ar-Rahman (55) : 3
Mengajarnya pandai berbicara.
QS. ar-Rahman (55) : 4
Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.
QS. ar-Rahman (55) : 5
Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.
QS. ar-Rahman (55) : 6
Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).
QS. ar-Rahman (55) : 7
Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.
QS. ar-Rahman (55) : 8
Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.
QS. ar-Rahman (55) : 9
Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk- (Nya),
QS. ar-Rahman (55) : 10
di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.
QS. ar-Rahman (55) : 11
Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.
QS. ar-Rahman (55) : 12
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 13
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,
QS. ar-Rahman (55) : 14
dan Dia menciptakan jin dari nyala api.
QS. ar-Rahman (55) : 15
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan.
QS. ar-Rahman (55) : 16
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.
QS. ar-Rahman (55) : 17
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 18
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
QS. ar-Rahman (55) : 19
antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.
QS. ar-Rahman (55) : 20
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 21
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
QS. ar-Rahman (55) : 22
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 23
Dan kepunyaan-Nyalah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.
QS. ar-Rahman (55) : 24
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 25
Semua yang ada di bumi itu akan binasa.
QS. ar-Rahman (55) : 26
Dan tetap kekal Zat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
QS. ar-Rahman (55) : 27
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 28
Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
QS. ar-Rahman (55) : 29
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 30
Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin.
QS. ar-Rahman (55) : 31
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 32
Wahai jamaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.
QS. ar-Rahman (55) : 33
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 34
Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya).
QS. ar-Rahman (55) : 35
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 36
Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.
QS. ar-Rahman (55) : 37
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 38
Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.
QS. ar-Rahman (55) : 39
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 40
Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka.
QS. ar-Rahman (55) : 41
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 42
Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa.
QS. ar-Rahman (55) : 43
Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya.
QS. ar-Rahman (55) : 44
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 45
Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.
QS. ar-Rahman (55) : 46
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,
QS. ar-Rahman (55) : 47
Kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan.
QS. ar-Rahman (55) : 48
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 49
Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir.
QS. ar-Rahman (55) : 50
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 51
Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.
QS. ar-Rahman (55) : 52
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 53
Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.
QS. ar-Rahman (55) : 54
Mana nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 55
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.
QS. ar-Rahman (55) : 56
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 57
Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.
QS. ar-Rahman (55) : 58
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 59
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).
QS. ar-Rahman (55) : 60
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 61
Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.
QS. ar-Rahman (55) : 62
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,
QS. ar-Rahman (55) : 63
Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.
QS. ar-Rahman (55) : 64
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 65
Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar.
QS. ar-Rahman (55) : 66
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 67
Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.
QS. ar-Rahman (55) : 68
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 69
Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.
QS. ar-Rahman (55) : 70
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 71
(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.
QS. ar-Rahman (55) : 72
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 73
Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.
QS. ar-Rahman (55) : 74
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 75
Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
QS. ar-Rahman (55) : 76
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 77
Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia.
QS. ar-Rahman (55) : 78
(Tuhan) Yang Maha Pemurah,
QS. ar-Rahman (55) : 1
Yang telah mengajarkan Al Qur’an.
QS. ar-Rahman (55) : 2
Dia menciptakan manusia.
QS. ar-Rahman (55) : 3
Mengajarnya pandai berbicara.
QS. ar-Rahman (55) : 4
Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.
QS. ar-Rahman (55) : 5
Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.
QS. ar-Rahman (55) : 6
Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).
QS. ar-Rahman (55) : 7
Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.
QS. ar-Rahman (55) : 8
Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.
QS. ar-Rahman (55) : 9
Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk- (Nya),
QS. ar-Rahman (55) : 10
di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.
QS. ar-Rahman (55) : 11
Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.
QS. ar-Rahman (55) : 12
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 13
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,
QS. ar-Rahman (55) : 14
dan Dia menciptakan jin dari nyala api.
QS. ar-Rahman (55) : 15
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan.
QS. ar-Rahman (55) : 16
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.
QS. ar-Rahman (55) : 17
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 18
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
QS. ar-Rahman (55) : 19
antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.
QS. ar-Rahman (55) : 20
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 21
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
QS. ar-Rahman (55) : 22
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 23
Dan kepunyaan-Nyalah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.
QS. ar-Rahman (55) : 24
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 25
Semua yang ada di bumi itu akan binasa.
QS. ar-Rahman (55) : 26
Dan tetap kekal Zat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
QS. ar-Rahman (55) : 27
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 28
Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
QS. ar-Rahman (55) : 29
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 30
Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin.
QS. ar-Rahman (55) : 31
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 32
Wahai jamaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.
QS. ar-Rahman (55) : 33
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 34
Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya).
QS. ar-Rahman (55) : 35
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 36
Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.
QS. ar-Rahman (55) : 37
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 38
Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.
QS. ar-Rahman (55) : 39
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 40
Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka.
QS. ar-Rahman (55) : 41
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 42
Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa.
QS. ar-Rahman (55) : 43
Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya.
QS. ar-Rahman (55) : 44
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 45
Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.
QS. ar-Rahman (55) : 46
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,
QS. ar-Rahman (55) : 47
Kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan.
QS. ar-Rahman (55) : 48
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 49
Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir.
QS. ar-Rahman (55) : 50
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 51
Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.
QS. ar-Rahman (55) : 52
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 53
Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.
QS. ar-Rahman (55) : 54
Mana nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 55
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.
QS. ar-Rahman (55) : 56
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 57
Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.
QS. ar-Rahman (55) : 58
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 59
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).
QS. ar-Rahman (55) : 60
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 61
Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.
QS. ar-Rahman (55) : 62
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,
QS. ar-Rahman (55) : 63
Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.
QS. ar-Rahman (55) : 64
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 65
Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar.
QS. ar-Rahman (55) : 66
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 67
Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.
QS. ar-Rahman (55) : 68
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 69
Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.
QS. ar-Rahman (55) : 70
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 71
(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.
QS. ar-Rahman (55) : 72
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 73
Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.
QS. ar-Rahman (55) : 74
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 75
Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
QS. ar-Rahman (55) : 76
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 77
Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia.
QS. ar-Rahman (55) : 78
Friday, 22 November 2013
Thursday, 21 November 2013
Bento! Mencoba Berimajinasi Layaknya Chef Professional Atau Mungkin Ibu-ibu Muda Di Jepang! XD
Barusan. Barusan saya menemukan sebuah folder yang bernamakan BENTO di laptop. Seketika saya membuka folder tersebut dan isinya mengejutkan. Wah wah wah, ternyata saya lupa untuk memposting di blog tentang belajar membuat bento yang saya lakukan sebelum datang ke Japanese Festival "Nihon No Matsuri ke-6" yang diadakan di Telkom University bulan Mei lalu. Saya sengaja membuat ini untuk sahabat-sahabat saya disana @wulanrahmadiny. Salah dua nya panitia NNM6, @riooutomo @putraadhitya saya tahu kalian kelaparan hahaha ^^v
Baiklah, tidak usah berlama-lama. Langsung saya share ya!
Jrengjrengjreng.................! Cara Membuat Bento ala Lilis-chan (padahal googling) :P
1. Siapkan bahan!
Baiklah, tidak usah berlama-lama. Langsung saya share ya!
Jrengjrengjreng.................! Cara Membuat Bento ala Lilis-chan (padahal googling) :P
1. Siapkan bahan!
telur puyuh
bahan sayuran untuk salad
brokoli
keju
telur dan sawi
selada
mayonaise dan selasih
crispy ebi furai (siap masak)
sosis (sosis kecil lucu super cheese)
nori
*ada yang lupa ke-jepret!
nasi & nasi goreng
2. Cuci bersih selada, lalu jadikan untuk bagian dasar (alas).
3. Bentuk nasi sesuai dengan bentuk yang kalian suka (boleh cari di google). Untuk wajah manusia, gunakan nasi goreng ya! rasa ayam deh :D
4. Hias nasi yang sudah dibentuk (beri mata dan mulut lucu nan tersenyum)
5. Salad. Rebus Wortel, Buncis dan Jagung kemudian tiriskan. (semuanya iris dulu ya, layaknya membuat sayur sup). Campurkan dengan mayonaise. Beri sedikit oregano, bisa dicari di supermarket biar rasanya ala-ala fetucini Pizza Hut gitu :P
6. Okonomiyaki. Rebus sawi sampai matang. Buat telur dadar (masukan sawi selagi telur matang setengahnya, lalu gulung dengan keadaan masih di atas wajan. Tiriskan. Potong seperti bolu gulung.
4. Hias nasi yang sudah dibentuk (beri mata dan mulut lucu nan tersenyum)
5. Salad. Rebus Wortel, Buncis dan Jagung kemudian tiriskan. (semuanya iris dulu ya, layaknya membuat sayur sup). Campurkan dengan mayonaise. Beri sedikit oregano, bisa dicari di supermarket biar rasanya ala-ala fetucini Pizza Hut gitu :P
6. Okonomiyaki. Rebus sawi sampai matang. Buat telur dadar (masukan sawi selagi telur matang setengahnya, lalu gulung dengan keadaan masih di atas wajan. Tiriskan. Potong seperti bolu gulung.
7. Sosis lucu berbentuk Cumi-cumi manyun. Lucu ya namanya? Emang sengaja dibuat mayun :D
ambil sedotan air minum gelas dan cetak keju dengan sedotan tersebut sehingga membentuk lingkaran kecil
iris ujung sosis kecil lucu nan enak itu sehingga terlihat seperti punya empat buah kaki
tusuk bagian mata dengan tusuk gigi lalu masukan biji selasih ke dalamnya
tusuk bagian mulut, lubangi agak besar lalu pasangkan keju yang telah dicetak tadi
tempelkan nori melingkar pada perut cumi-cumi manyun tersebut
8. Telur Puyuh malu-malu. Rebus telur puyuh. Buka cangkangnya. Iris dan hilangkan satu perempat bagian seperti foto di bawah ini. Beri mata dengan biji selasih.
9. Goreng Ebi Furai dan tririskan.
10. Bentuk bento yang kamu suka. Dan............ TARAAAAAAAM~ :D
10. Bentuk bento yang kamu suka. Dan............ TARAAAAAAAM~ :D
Friday, 1 November 2013
Butiran debu. Should I say that?
Saat ini, saya sedang berada di sebuah tempat yang sudah lama sekali (mungkin dua tahun) tidak saya kunjungi. "READING LIGHTS, English Books and Coffee Corner". Suasana tempat ini memang tidak banyak yang berubah. Sama seperti dahulu. Menyenangkan. Tempat yang menyenangkan untuk seorang saya yang menyukai buku. Namun perbedaannya, saat ini saya sendirian. Sesekali saya menatap ke sebuah sofa, mengingat apa yang terjadi dua tahun lalu. Ya. Mengingat. Dulu, disana ada Didi, Laura, Jane, Cecil dan Liliek. Melalui jejaring social media yang bernama Facebook, saya pun mulai mengetik nama mereka satu-persatu dan mata saya langsung tertuju ke kolom "where are they living in?" dan cover picture pastinya. Oh ya, Thailand, USA, Norway, Italy, German, Poland, Taiwan. They've been taken further steps. Puji Tuhan, mereka dalam kondisi sehat dan produktif sampai saat ini...
------------------------------------------------------------------------------------------
Jari-jemari saya mulai tidak sabar untuk menari di atas laptop kesayangan ini. Walaupun saya sadar dengan kemampuan menulis yang belum ada apa-apanya, bahkan sangat jauh dari penggunaan EYD yang benar dan pemilihan kosakata yang tepat. Terkadang saya iri kepada teman-teman yang pintar dalam memilih kosakata yang pas dan merangkainya menjadi sebuah tulisan yang saya anggap itu KEREN. Bahkan ada yang sampai dibuat menjadi buku. Tidak satu atau dua buku. Lebih dari itu. Saya tahu, lingkungan saya saat ini memang didominasi oleh orang-orang yang hebat. Bahkan hingga saya merasa bahwa saya hanya "butiran debu". Tetapi walaupun begitu, saya tetap berantusias untuk latihan menulis dan mengaplikasikan kosakata-kosakata baru yang saya dapat dari buku-buku yang saya baca.
Segelas iced Cappuccino dan sebuah buku karya Paulo Coelho dalam bahasa Inggris (my favorite author) menemani saya untuk menghabiskan satu jam kedepan menunggu jadwal ta'lim Great Muslimah di Sentra Inspira Office. Satu dua halaman saya baca dan kembali meneruskan tulisan ini. Begitu seterusnya. Walaupun yang sering saya tekan adalah tombol backspace karena lagi-lagi merasa kurang tepat memilih kata yang pas (aduh). But I know, it's a process. it's process process process. Change takes time, isn't?
Baiklah, mungkin kata "butiran debu" cukup untuk mengingatkan saya agar tetap terus belajar, belajar dan belajar. Tidak untuk menjadikan saya patah semangat untuk terus berkarya. Bismillah~
Warm Regards,
Lilis <3
Subscribe to:
Comments (Atom)