Jumat, 23 November 2012 (sebenernya udah hari Sabtu pukul satu malam)
Malam ini rasanya aku tidak ingin terlelap tidur.
Aku hawatir terjadi sesuatu dengan adik laki-lakiku, Yovi yang sedang demam tinggi.
Sehingga, bagaimanapun caranya, aku tetap membuat mata dan pikiran ini terjaga.
Dan ini adalah kesempatanku untuk lebih mendekati-Mu.
Ya. Hari ini penuh dengan ketegangan.
-Flashback-
Pukul 01.00
Malam itu, aku sangat mengantuk. Hingga aku terbangun beberapa kali karena ucapan tasbih mamah dan dilanjutkan dengan ucapan adik perempuan ku yang paling kecil dengan fasih, nampak lucu di usianya yang kini 17 bulan. Mama mengendongnya, mengayun-ayunkan dengan maksud agar ia tidur. Sembari mamah mengucap "lailahali--" dengan lantunan seperti lagu, ia yang ketika itu demam tinggi menjawab "lallah". Begitu seterusnya sampai tiga kali ucap dan diakhiri dengan kata "Muhammada Rasull?", "lallah" jawab adiku. Ah, lucunya. Tapi hal itu tidak dapat melawan rasa ngantuk yang aku rasakan. Walaupun sesekali bangun untuk memastikan mereka baik-baik saja. Bodohnya aku.
Mama, seorang yang amat-amat super. Bagaimana bisa, mama seorang diri mengurus dede Riva, Bapa dan Yovi yang sedang sakit sel=kaligus (atau mungkin tidak beristirahat karena demam yang menggangu tidur mereka). Bagaimana bisa? Aku bagaimana, nanti ketika berumah tangga? Aku siap? Entahlah. Kata itu sangat JAUH bahkan tidak ada di pikiranku saat ini. Untuk punya pacar seperti orang lain saja, aku rasa itu hal yang membuang-buang waktu dan sia-sia. Latihan saling setia? Kepercayaan? Lebih baik digunakan untuk memperbaiki diri sendiri dan keluarga. Sigh.
-----
Pagi tadi, aku mengantar Bapa ke Unit Gawat Darurat Rumahsakit terdekat dari rumah (ahh aku kira akan lebih bagus jika namanya Rumahsembuh sih, bukannya setiap hal yang positif akan mendukung ke hal positif juga, kan). Bapa mengeluh sesak nafas disertai demam yang tinggi semalam. Disusul dede Riva dan Yovi yang masih mengeluhkan hal yang sama.
Aku tidak ingin ikut masuk karena aku tidak suka tempat itu. Aku sudah mengira, pasti cek darah (sebenarnya aku punya sesuatu kebiasaan buruk yang dapat disebut phobia. ya. phobia darah atau hal hal menyakitkan lainnya yang dilihat secara langsung. Cek golongan darah saja, aku bisa pinsan di tempat apalagi di cek dan diambil sample darah. entahlah). Saat itu aku terpaksa harus masuk ruangan karena dokter memintaku pergi ke laboratorium untuk mengambil hasil dari cek tersebut. Dari hasil itu, dokter berkata bahwa Bapa boleh pulang dan dirawat dirumah saja, tetapi dua hari lagi harus kembali untuk melakukan pengecekan ulang. Begitu pula dengan Yovi, boleh pulang tetapi bed-rest selama tiga hari. Tetapi tidak untuk si kecil dede Riva, leukosit dia tinggi sehingga harus dirawat inap.
Ketika itu, aku seperti menjadi seorang external relation ER dadakan. Bagaimana tidak? Bolak-balik ke UGD, Lab, administrasi untuk mengurusi 3 orang pasien sekaligus. Yah, ternyata keep being a busy person dan pengalaman kayang karena kerjaan menumpuk itu bermanfaat. Pengalaman itu hal dan guru yang paling berharga, bukan?
Belum lama menginjakan kaki dari IGD untuk mengurus administrasi pendaftaran rawat inap dede Riva, aku dikejutkan dengan raut muka bapa yang memucat yang saat itu sedang duduk menunggu aku mengurus hal-hal tersebut. Mamah yang sedang berjalan ke arah kami, saat itu juga mengajak Bapa untuk dirawat inap juga. Aku segera memanggil dokter dan beberapa mahasiswa keperawatan mengikuti dari belakang. Bapa yang mungkin saat itu tidak kuat menahan sakitnya seketika pinsan. Ah, aku gemetar namun lemas. Aku harus bagaimana ini?????????
Dokter melakukan tindakan khusus dengan segala peralatan rumah sakitnya. Oksigen dan osiloskop (yah hanya itu nama-nama instrumentasi kedokteran yang aku tahu) dan beberapa alat yang tidak aku ketahui namanya dipasangkan di dada Bapa. Yang pasti seperti di sinetron-sinetron Indonesia. Ah Tuhankuuuuuuuu apa ini?? kenapa begini?? Bapa bangun!!. Pikiranku kalap.
Saat itu juga teman satu kantor Bapa datangan. Ah banyak sekali. Sepenting itukah peran Bapa di perusahaan? Terimakasih Tuhan, disaat seperti ini aku masih dapat berucap syukur, Alhamdulillah. Ah tapi bapa sulit sekali siuman. Aku tidak kuat untuk berlama-lama disana sehingga aku putuskan untuk meninggalkan ruangan UGD dan lebih memilih menemani Yovi yang saat itu lemas juga di duduk di bangku koridor sembari menyuapi sarapannya.
"Hari ini, cukup jelas.
Kejadian hari ini membuat tekad ku semakin kuat. Impian. Harapan. Usaha. Kerja keras. dan TANGGUNG JAWAB sebagai anak sulung membuat semuanya kian nyata."
Memang benar sudah. Tidak ada waktu untuk berleha-leha lagi. Walaupun berubah menjadi orang yang lebih baik itu sulit, tapi aku akan terus berusaha. Aku tidak ingin menjadi anak yang menyia-nyiakan kasih sayang orang tua yang seharusnya dibalas dengan kesolehan, prestasi dan hal apapun yang dapat membahagiakan orang tua.
Tuhan. Sekiranya Engkau mendengar doaku, aku mohon :
1. Jadikan aku sebagai anak yang selalu taat pada perintah agama, karena dengan hal itu aku akan selalu taat kepada orang tuaku, serta terhindar dari hal-hal yang menyimpang demi cita-cita membahagiakan mereka.
2. Aku anak sulung, biarkan aku menghabiskan sisa waktu usia lajangku dengan hal-hal positif agar aku dapat memaksimalkan usia produktif ini untuk bekerja keras demi kebahagiaan orang tuaku. Sebelum nantinya aku harus taat dan patuh kepada seorang lain diluar sana yang akan menemani hingga tutup usia. (bukankah diri-Mu menjanjikan syurga untuk para pemuda yang menjaga kesuciannya? Amin)
3. Dekatkan aku dengan orang-orang yang pandai bersyukur, Tuhan. Karena mereka selalu mengajarkan kesederhanaan di setiap kesuksesannya.
4. Tuhanku yang maha pengasih lagi maha penyayang, maha pemurah dengan semua rezki yang di limpahkan-Nya, aku mohon sembuhkan semua rasa sakit yang dirasakan Bapa, Yovi dan dede Riva. Serta kuatkan lah Mamah dalam setiap langkah menjadi istri yang solihah. Aku mohon, karena sesungguhnya kesempurnaan hanya milik-Mu semata.
Saturday, 24 November 2012
Thursday, 22 November 2012
Self Evaluation - #Part1
Hari ini, Rabu 21 November 2012
Hari ini masih dikuasai oleh hujan, seperti hari-hari sebelumnya yang seolah memberi tanda bahwa musim hujan di Indonesia telah tiba. Selalu seperti ini, setelah adzan duhur hingga pukul sembilan malam hujan selalu mengguyur kota Bandung. Kota yang kata beberapa teman asing ku dari negara subtropis, merupakan kota yang sejuk untuk ditempati. Ya. Memang sejuk nan cantik, cantik dengan hedonisme para penduduknya. Karena semakin banyak saja kendaraan roda empat dan dua yang di kreditkan dengan mudah.
Sayang sejutakali sayang, jika dibandingkan dengan negara-segera-maju yang sempat aku kunjungi, China. Orang-orang disana lebih menghargai etos kerja, disiplin dan transportasi umum dibandingkan kehedonisme-an seperti di negeri tercinta kita ini. Ya. Itu menurutku. Apa menurutmu?
Tapi bukan itu yang ingin aku ceritakan. Hari ini, seperti biasa. Aku banyak ditemani dengan scooter ku. Karena itu satu-satunya modal awal keseharianku sekaligus teman kencan yang selalu menemaniku kemanapun aku pergi, tanpa harus berburu waktu dan memicu amarah karena kemacetan kota.
Hari ini, ada satu pelajaran yang membuatku mengerti dan amat malu. Seringkali aku bertemu dengan abang-abang (kalau disini sih lebih familiar dengan kata mang-mang) pedagang keliling. Kebanyakan dari mereka berusia seperti ayahku. Biasanya, mereka berjalan mendorong roda dan menjajakan dagangannya dengan penuh semangat.
Tetapi hari-hari ini hujan tak kunjung berhenti. Sehingga apa yang aku lihat seringkali seperti menamparku. Aku melintasi mereka satu persatu. Mang bakso tahu, cakue, martabak, bapak tua renta penjual koran dan mang-mang lainnya yang menjajakan segala macam makanan demi keluarganya, berhujan-hujanan.
Berhujan-hujanan, kedinginan. Seketika aku malu, seperti ditampar karena ketidaksadaranku.
Tuhan, akhir-akhir ini aku seringkali mengeluarkan uang untuk hal yang tidak terlalu penting. Tuhan, aku seringkali kongkow di beberapa tempat yang bisa disebut memiliki harga standar ke atas sedangkan aku jarang bersedekah.
Tuhan, aku tahu itu uangku walaupun kerapkali mama berkata "Teteh jangan boros. Harus inget pas teteh cari uang itu, teteh udah ngorbanin waktu, tenaga dan pikiran teteh. Teteh harus malu sama Alloh yang udah ngasih rezeki sama kita ketika diluar sana banyak pisan orang yang kelaparan. Teteh harus malu sama Alloh" tetap saja aku tergiur dengan kehidupan dunia dan seringkali lupa bahwa dunia ini fana.
Tuhan, aku sudah jarang lagi berkumpul dengan orang-orang yang soleh.
Tuhan, aku kangen aku yang dua tahun lalu, yang rajin membaca buku-buku bermanfaat hingga menjadikan diriku lebih bermanfaat. Lalu?
---Lalu, jawabannya ada pada prilaku dirimu. Mau dibawa kemana?
Hari ini masih dikuasai oleh hujan, seperti hari-hari sebelumnya yang seolah memberi tanda bahwa musim hujan di Indonesia telah tiba. Selalu seperti ini, setelah adzan duhur hingga pukul sembilan malam hujan selalu mengguyur kota Bandung. Kota yang kata beberapa teman asing ku dari negara subtropis, merupakan kota yang sejuk untuk ditempati. Ya. Memang sejuk nan cantik, cantik dengan hedonisme para penduduknya. Karena semakin banyak saja kendaraan roda empat dan dua yang di kreditkan dengan mudah.
Sayang sejutakali sayang, jika dibandingkan dengan negara-segera-maju yang sempat aku kunjungi, China. Orang-orang disana lebih menghargai etos kerja, disiplin dan transportasi umum dibandingkan kehedonisme-an seperti di negeri tercinta kita ini. Ya. Itu menurutku. Apa menurutmu?
Tapi bukan itu yang ingin aku ceritakan. Hari ini, seperti biasa. Aku banyak ditemani dengan scooter ku. Karena itu satu-satunya modal awal keseharianku sekaligus teman kencan yang selalu menemaniku kemanapun aku pergi, tanpa harus berburu waktu dan memicu amarah karena kemacetan kota.
Hari ini, ada satu pelajaran yang membuatku mengerti dan amat malu. Seringkali aku bertemu dengan abang-abang (kalau disini sih lebih familiar dengan kata mang-mang) pedagang keliling. Kebanyakan dari mereka berusia seperti ayahku. Biasanya, mereka berjalan mendorong roda dan menjajakan dagangannya dengan penuh semangat.
Tetapi hari-hari ini hujan tak kunjung berhenti. Sehingga apa yang aku lihat seringkali seperti menamparku. Aku melintasi mereka satu persatu. Mang bakso tahu, cakue, martabak, bapak tua renta penjual koran dan mang-mang lainnya yang menjajakan segala macam makanan demi keluarganya, berhujan-hujanan.
Berhujan-hujanan, kedinginan. Seketika aku malu, seperti ditampar karena ketidaksadaranku.
Tuhan, akhir-akhir ini aku seringkali mengeluarkan uang untuk hal yang tidak terlalu penting. Tuhan, aku seringkali kongkow di beberapa tempat yang bisa disebut memiliki harga standar ke atas sedangkan aku jarang bersedekah.
Tuhan, aku tahu itu uangku walaupun kerapkali mama berkata "Teteh jangan boros. Harus inget pas teteh cari uang itu, teteh udah ngorbanin waktu, tenaga dan pikiran teteh. Teteh harus malu sama Alloh yang udah ngasih rezeki sama kita ketika diluar sana banyak pisan orang yang kelaparan. Teteh harus malu sama Alloh" tetap saja aku tergiur dengan kehidupan dunia dan seringkali lupa bahwa dunia ini fana.
Tuhan, aku sudah jarang lagi berkumpul dengan orang-orang yang soleh.
Tuhan, aku kangen aku yang dua tahun lalu, yang rajin membaca buku-buku bermanfaat hingga menjadikan diriku lebih bermanfaat. Lalu?
---Lalu, jawabannya ada pada prilaku dirimu. Mau dibawa kemana?
Tuesday, 13 November 2012
Syukurku Untuk Pagi Yang Cerah Di Hari Ini
Kan kuceritakan kepadamu sebuah tempat yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya. Ya. Hari ini aku dan temanku "lebih tepatnya boss-ku sih" mengunjungi sebuah tempat yang orang-orang biasa menyebutnya dengan sebutan Sekolah Luar Biasa. Sekolah Luar Biasa -C Purnama Asih yang berada tepat di sebelah gerbang kompleks perumahan Setra Duta ini nampak sederhana. Tidak seperti SLB Negeri yang seringkali aku lewati di Cicendo, sekolah ini hanya memiliki 50 siswa tetap mulai dari TK hingga SMA. Aku sendiripun belum mengerti banyak tentang perbedaan SLB A B C D, ternyata itu berbeda ya!
Program Universal Children Education yang akan dilaksanakan di bulan Januari tahun depan cukup membuat kami cekatan untuk mencari sekolah-sekolah tidak mampu, panti asuhan anak dan sekolah luar biasa semacam itu. Maklum. AIESEC di Universitas kami masih baru. Sangat baru. Bahkan kami belum mengetahui bagaimana cara ter-jitu untuk men-engage para petinggi-petinggi di kampus kami agar mempermudah birokrasi. Tapi hal itu akan ku ceritakan nanti.
Yah. Cukuplah kami berjalan dulu. Talk less do more. Act. Act. Move. Semoga setelah step ini, semboyan Do less achieve more pun dapat kita kibarkan. :D
Kembali ke SLB yang kami kunjungi, ada perasaan haru dan khawatir dalam diri kami berdua. Lebihnya aku, takut. Mereka, berteriak. Diam. Bermain ayunan. Salah seorang dari mereka menjambak rambut Dwi. Menggigit. Ya! menggigit ku >O<. Bagaimana ini? bagaimana project kami nanti???
Tapi, ada yang membuat aku terkesimak. Aku melihat seorang perempuan sebayaku, berjilbab, berdiri di dekat mushala, tepat arah jam 12. Dan seketika aku berkata dalam hati, CANTIK! HEBAT! Kamu bisa meng-handle anak-anak ini. Canda Tawa dan Ceria terlihat dari sikap mereka walau sesekali ada yang berteriak amat menakutkan (menakutkan menurutku). Kamu, hebat sekali.
Dan tahukah, seseorang yang selalu menginspirasiku pernah berkata "Change is never easy. You fight to hold on. You fight to let go". Memang sulit untuk berubah menjadi lebih baik. Dua tahun aku menggunakan jilbab ini, semacam pertarungan dengan diri sendiri. Sifat Easygoing dan Global-Mindset ini sedikit menggoyahkan. Naik. Turun. Naik lagi. Turun lagi. Selalu mencoba mengerti setiap hal, setiap masalah, mengapa begitu begini begitu begini?.
Kembali ke SLB yang kami kunjungi, ada perasaan haru dan khawatir dalam diri kami berdua. Lebihnya aku, takut. Mereka, berteriak. Diam. Bermain ayunan. Salah seorang dari mereka menjambak rambut Dwi. Menggigit. Ya! menggigit ku >O<. Bagaimana ini? bagaimana project kami nanti???
Tapi, ada yang membuat aku terkesimak. Aku melihat seorang perempuan sebayaku, berjilbab, berdiri di dekat mushala, tepat arah jam 12. Dan seketika aku berkata dalam hati, CANTIK! HEBAT! Kamu bisa meng-handle anak-anak ini. Canda Tawa dan Ceria terlihat dari sikap mereka walau sesekali ada yang berteriak amat menakutkan (menakutkan menurutku). Kamu, hebat sekali.
Dan tahukah, seseorang yang selalu menginspirasiku pernah berkata "Change is never easy. You fight to hold on. You fight to let go". Memang sulit untuk berubah menjadi lebih baik. Dua tahun aku menggunakan jilbab ini, semacam pertarungan dengan diri sendiri. Sifat Easygoing dan Global-Mindset ini sedikit menggoyahkan. Naik. Turun. Naik lagi. Turun lagi. Selalu mencoba mengerti setiap hal, setiap masalah, mengapa begitu begini begitu begini?.
Dan hari ini aku temukan satu jawaban. Cantik itu bukan karena wajah kamu sebening apa, bajumu se-keren apa. Cantik itu dapat terlihat dari apa yang dapat kamu lakukan untuk berbagi terhadap sesama. BERSYUKURLAH~
Selain itu, SLB ini mengingatkanku kepada sebuah buku yang berjudul "Moga Bunda Disayang Alloh". Ya. Buku ini penuh dengan rasa haru dan syukur di setiap paragrafnya.
Sekian~
Sekian~
Thursday, 25 October 2012
Mother - SEAMO
Lagu ini benar-benar dengan mudahnya merenggut hati saya yang pada saat itu mungkin sedang gelap. Entah kenapa, lagu ini tak henti-hentinya saya dengarkan. Berulang, berulang dan berulang-ulang. Karena itu saya pakai lagu ini sebagai back sound untuk video ulang tahun Perpustakaan Anak Maleber yang ke-dua.
Check it out!
Saya sempat searching lirik lagu ini. Saya menemukannya di blog milik http://uswatunhasanahast.blogspot.com
Mother - Seamo
Hi Mother, 拝啓、元気にしてますか?
最近連絡しなくてごめん 僕はなんとかやってます...
小さな体に小さな手 白髪も混じり 丸くなって
しかし僕には 何よりも大きくて 誰よりも強くて
支えてくれたこの愛 だから子供にも伝えたい
近くにいると苛立つくせに 遠くにいると寂しく感じ
あなたはそんな存在 どんな問題も 身を削って解決する
そして 僕の知ってる誰よりも 1番我慢強くタフです
いつも真っ先に気にする 自分じゃなく僕の体で
炊事洗濯 掃除に育児 余った時間さらに仕事し
1番低い場所にあるものしか 求めなかったの あなたよ
当たり前すぎわからなかった 1人で暮らし初めてわかった
あなたの凄さ 大変さ それを思えば 今日も僕頑張れるさ
小さな体に小さな手 白髪も混じり 丸くなって
しかし僕には 何よりも大きくて 誰よりも強くて
支えてくれたこの愛 だから子供にも伝えたい
「明日朝7時に起こして」と言って
あなた時間通りに起こしてくれて
しかし 理不尽な僕は
寝ぼけながらに言う言葉は「うるせぇ!」
こんな繰り返しのルーティーン いやな顔ひとつせずに
あなた 毎日起こしてくれた
どんな目覚ましより温かく正確だった
それでもある日 学校をズル休み 「行きたくない」と言い
布団から一度も出ぬ僕前に 顔を両手で覆い隠し
大声あげて泣いた 僕も悲しくて泣いた
その時僕は 「なんて馬鹿な事をしたんだ」と自分責めた
小さな体に小さな手 白髪も混じり 丸くなって
しかし僕には何よりも大きくて 誰よりも強くて
支えてくれたこの愛 感謝してます My Mother
子供に先立たれる程 辛い事なんて この世にないのだから
たった1秒でも あなたより長く生きること これだけは守る
これだけは...
あなたの子供でよかった あなたが僕の母でよかった
いつまでも変わらない ずっとずっと変わらない
僕はあなたの生き写しだから...
小さな体に小さな手 白髪も混じり 丸くなって
しかし僕には 何よりも大きくて 誰よりも強くて
支えてくれたこの愛 だから子供にも伝えたい
ずっと僕の母でいて ずっと元気でいて
あなたにはまだ仕事があるから 僕の親孝行受け取る仕事が...
Hi Mother, Haikei, genki ni shitemasuka?
Saikin renraku shinakute gomen Boku wa nantoka yattemasu...
Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai
Chikaku ni iru to iradatsu kuse ni Tooku ni iru to sabishiku kanji
Anata wa sonna sonzai Donna mondai mo Mi wo kezutte kaiketsu suru
Soshite Boku no shitteru dare yori mo Ichi-ban gamandzuyoku TAFU desu
Itsumo massaki ni ki ni suru Jibun janaku boku no karada de
Suiji sentaku Souji ni ikuji Amatta jikan sara ni shigoto shi
Ichi-ban hikui basho ni aru mono shika Motomenakattano Anata yo
Atarimae sugi wakaranakatta Hitori de kurashi hajimete wakatta
Anata no sugosa Taihensa Sore wo omoeba Kyou mo boku ganbareru sa
Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai
"Ashita asa shichi-ji ni okoshite" to itte
Anata jikan doori ni okoshite kurete
Shikashi Rifujin na boku wa
Neboke nagara ni iu kotoba wa "Urusee!"
Konna kurikaeshi no RUUTIN Iyana kao hitotsu sezu ni
Anata Mainichi okoshite kureta
Donna mezamashi yori atatakaku seikaku datta
Sore de mo aru hi Gakkou wo ZURUyasumi "Ikitakunai" to ii
FUton kara ichido mo denu boku mae ni Kao wo ryoute de ooikakushi
Oogoe agete naita Boku mo kanashikute naita
Sono toki boku wa "Nante baka na koto wo shitan da" to jibun semeta
Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Kanshashitemasu My Mother
Kodomo ni sakidattareru hodo Tsurai koto nante Kono yo ni nai no dakara
Tatta ichi-byou de mo Anata yori nagaku ikiru koto Kore dake wa mamoru
Kore dake wa...
Anata no kodomo de yokatta Anata ga boku no haha de yokatta
Itsu made mo kawaranai Zutto zutto kawaranai
Boku wa anata no ikiutsushi dakara...
Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai
Zutto boku no haha de ite Zutto genki de ite
Anata ni wa mada shigoto ga aru kara Boku no oyakoukou uketoru shigoto ga...
Hi Mother, Dear Mother, how are you doing?
Sorry I haven’t called recently, I’m getting by okay…
*Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I want to tell my kids about this love that supported me
Even though I grow impatient when I’m near you
When you’re far away from me I grow lonely
That’s who you are to me, you can cut through any problem and solve it
And you have the most patience and toughness of anyone I know
You would always be concerned over my well-being before your own
Cooking, doing the laundry, cleaning, raising a child
You even worked during your free time
You would only require things from the lowest places
I didn’t understand even though it was so obvious
It wasn’t until I started living by myself that I understood
Whenever I think of how much you’ve accomplished
And how hard it must have been, I feel like I can try my best today
(Repeat*)
I’d say, “Wake me up at seven a.m.”
And you would wake me up right on time
But I would be unfair to you
And say the words “shut up” while I was still half-asleep
This was the daily routine
You never made one tired face
And woke me up every day
Warmer and more accurately than any alarm clock
But then one day I skipped school and said, “I don’t wanna go”
I wouldn’t leave my futon and you stood in front of me
Hid your face with both hands and cried loudly
I also felt sad and cried
At that time I blamed myself wondering, “How could I be so stupid?”
Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I give you thanks for this love that supported me, my mother
I know there’s nothing more painful in the world
Than a parent burying their child
So I’ll make sure it never happens
Even if I only live one second longer than you
I’ll make sure of it…
I’m glad I’m your child
I’m glad you’re my mother
And that won’t ever change
It won’t ever change for all time
Because I am the very image of you…
(Repeat*)
Be my mother forever
Be well forever
You still have one more job left to do
And that’s to accept your son’s love and respect for you…
-------------
Hai, Mama, wahai Mama, bagaimana kabarmu?
Maaf aku tidak menghubungimu akhir-akhir ini
Aku baik-baik saja
Tubuhmu kecil begitu juga tanganmu
Rambut-rambut putih bercampur dank au tumbuh semakin ramah
Tapi bagiku kau masih lebih besar dari apapun, lebih kuat dari siapapun
Aku ingin menceritakan pada anak-anakku tentang cinta yang mendukungku ini
Walapupun aku tumbuh dalam ketidaksabaran ketika aku didekatmu
Ketika kau jauh dariku, aku tumbuh dalam kesepian
Itulah siapa dirimu bagiku
Kau dapat menghentikan masalah apapun dan mengatasinya
Dan kau memiliki kesabaran dan ketangguhan yang begitu besar
Dibanding siapapun yang ku kenal
Kau akan selalu memikirkan kebahagiaanku sebelum kebahagiaanmu sendiri
Memasak, mencuci, bersih-bersih, membesarkan anak
Kau bahkan bekerja selama waktu senggangmu
Kau hanya akan membeli barang yang ada di rak dengan harga paling murah
Aku tidak mengerti meskipun hal itu sangat jelas
Hingga aku mulai hidup mandiri, baru aku mengerti
Kapanpun aku memikirkan berapa banyak yang kau capai
Dan mungkin betapa sulitnya itu
Ku rasa aku bisa mencoba yang terbaik hari ini
Ku bilang, “Bangunkan aku pada jam 7 pagi.”
Dan kau akan membangunkanku tepat pada waktunya
Tapi aku curang padamu
Dan mengucapkan, “DIAM!” ketika aku masih mengantuk
Ini adalah rutinitas sehari-hari
Dan kau tidak pernah sekali pun memasang tampang kelelahan
Dan membangunkanku setiap hari
Penuh kasih sayang dan lebih akurat dari jam alarm manapun
Tapi suatu hari aku membolos sekolah,
Dan berkata, “Aku tidak ingin pergi.”
Aku tidak meninggalkan lantaiku dan kau berdiri didepanku
Kau menyembunyikan tanganmu dengan kedua tangn dan menangis dengan keras
Pada saat itu aku menyalahkan diriku,
Bertanya-tanya, “Kenapa aku bisa menjadi begitu bodoh?”
Ku berikan padamu rasa terima kasih untuk cinta yang selalu melindungiku ini,
Ibuku
Aku tahu tak ada hal yang paling menyedihkan
Daripada orangtua yang mengubur anaknya hidup-hidup
Jadi aku akan memastikan hal itu tidak akan terjadi
Bahkan jika aku cuma hidup satu detik lebih lama darimu
Aku akan memastikan hal itu
Aku bersyukur aku adalah anakmu
Aku bersyukur kau adalah ibuku
Dan itu tidak akan pernah berubah
Itu tidak akan pernah berubah untuk selamanya
Karena aku begitu mirip denganmu
Jadilah ibuku untuk selamanya
Jadilah sehat untuk selamanya
Kau masih punya satu pekerjaan lagi yang tersisa untuk dikerjakan
Dan itu adalah menerima cinta dan rasa hormat anakmu
Untukmu…
Check it out!
Saya sempat searching lirik lagu ini. Saya menemukannya di blog milik http://uswatunhasanahast.blogspot.com
Mother - Seamo
Hi Mother, 拝啓、元気にしてますか?
最近連絡しなくてごめん 僕はなんとかやってます...
小さな体に小さな手 白髪も混じり 丸くなって
しかし僕には 何よりも大きくて 誰よりも強くて
支えてくれたこの愛 だから子供にも伝えたい
近くにいると苛立つくせに 遠くにいると寂しく感じ
あなたはそんな存在 どんな問題も 身を削って解決する
そして 僕の知ってる誰よりも 1番我慢強くタフです
いつも真っ先に気にする 自分じゃなく僕の体で
炊事洗濯 掃除に育児 余った時間さらに仕事し
1番低い場所にあるものしか 求めなかったの あなたよ
当たり前すぎわからなかった 1人で暮らし初めてわかった
あなたの凄さ 大変さ それを思えば 今日も僕頑張れるさ
小さな体に小さな手 白髪も混じり 丸くなって
しかし僕には 何よりも大きくて 誰よりも強くて
支えてくれたこの愛 だから子供にも伝えたい
「明日朝7時に起こして」と言って
あなた時間通りに起こしてくれて
しかし 理不尽な僕は
寝ぼけながらに言う言葉は「うるせぇ!」
こんな繰り返しのルーティーン いやな顔ひとつせずに
あなた 毎日起こしてくれた
どんな目覚ましより温かく正確だった
それでもある日 学校をズル休み 「行きたくない」と言い
布団から一度も出ぬ僕前に 顔を両手で覆い隠し
大声あげて泣いた 僕も悲しくて泣いた
その時僕は 「なんて馬鹿な事をしたんだ」と自分責めた
小さな体に小さな手 白髪も混じり 丸くなって
しかし僕には何よりも大きくて 誰よりも強くて
支えてくれたこの愛 感謝してます My Mother
子供に先立たれる程 辛い事なんて この世にないのだから
たった1秒でも あなたより長く生きること これだけは守る
これだけは...
あなたの子供でよかった あなたが僕の母でよかった
いつまでも変わらない ずっとずっと変わらない
僕はあなたの生き写しだから...
小さな体に小さな手 白髪も混じり 丸くなって
しかし僕には 何よりも大きくて 誰よりも強くて
支えてくれたこの愛 だから子供にも伝えたい
ずっと僕の母でいて ずっと元気でいて
あなたにはまだ仕事があるから 僕の親孝行受け取る仕事が...
---------
Saikin renraku shinakute gomen Boku wa nantoka yattemasu...
Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai
Chikaku ni iru to iradatsu kuse ni Tooku ni iru to sabishiku kanji
Anata wa sonna sonzai Donna mondai mo Mi wo kezutte kaiketsu suru
Soshite Boku no shitteru dare yori mo Ichi-ban gamandzuyoku TAFU desu
Itsumo massaki ni ki ni suru Jibun janaku boku no karada de
Suiji sentaku Souji ni ikuji Amatta jikan sara ni shigoto shi
Ichi-ban hikui basho ni aru mono shika Motomenakattano Anata yo
Atarimae sugi wakaranakatta Hitori de kurashi hajimete wakatta
Anata no sugosa Taihensa Sore wo omoeba Kyou mo boku ganbareru sa
Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai
"Ashita asa shichi-ji ni okoshite" to itte
Anata jikan doori ni okoshite kurete
Shikashi Rifujin na boku wa
Neboke nagara ni iu kotoba wa "Urusee!"
Konna kurikaeshi no RUUTIN Iyana kao hitotsu sezu ni
Anata Mainichi okoshite kureta
Donna mezamashi yori atatakaku seikaku datta
Sore de mo aru hi Gakkou wo ZURUyasumi "Ikitakunai" to ii
FUton kara ichido mo denu boku mae ni Kao wo ryoute de ooikakushi
Oogoe agete naita Boku mo kanashikute naita
Sono toki boku wa "Nante baka na koto wo shitan da" to jibun semeta
Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Kanshashitemasu My Mother
Kodomo ni sakidattareru hodo Tsurai koto nante Kono yo ni nai no dakara
Tatta ichi-byou de mo Anata yori nagaku ikiru koto Kore dake wa mamoru
Kore dake wa...
Anata no kodomo de yokatta Anata ga boku no haha de yokatta
Itsu made mo kawaranai Zutto zutto kawaranai
Boku wa anata no ikiutsushi dakara...
Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai
Zutto boku no haha de ite Zutto genki de ite
Anata ni wa mada shigoto ga aru kara Boku no oyakoukou uketoru shigoto ga...
-----------
Sorry I haven’t called recently, I’m getting by okay…
*Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I want to tell my kids about this love that supported me
Even though I grow impatient when I’m near you
When you’re far away from me I grow lonely
That’s who you are to me, you can cut through any problem and solve it
And you have the most patience and toughness of anyone I know
You would always be concerned over my well-being before your own
Cooking, doing the laundry, cleaning, raising a child
You even worked during your free time
You would only require things from the lowest places
I didn’t understand even though it was so obvious
It wasn’t until I started living by myself that I understood
Whenever I think of how much you’ve accomplished
And how hard it must have been, I feel like I can try my best today
(Repeat*)
I’d say, “Wake me up at seven a.m.”
And you would wake me up right on time
But I would be unfair to you
And say the words “shut up” while I was still half-asleep
This was the daily routine
You never made one tired face
And woke me up every day
Warmer and more accurately than any alarm clock
But then one day I skipped school and said, “I don’t wanna go”
I wouldn’t leave my futon and you stood in front of me
Hid your face with both hands and cried loudly
I also felt sad and cried
At that time I blamed myself wondering, “How could I be so stupid?”
Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I give you thanks for this love that supported me, my mother
I know there’s nothing more painful in the world
Than a parent burying their child
So I’ll make sure it never happens
Even if I only live one second longer than you
I’ll make sure of it…
I’m glad I’m your child
I’m glad you’re my mother
And that won’t ever change
It won’t ever change for all time
Because I am the very image of you…
(Repeat*)
Be my mother forever
Be well forever
You still have one more job left to do
And that’s to accept your son’s love and respect for you…
-------------
Hai, Mama, wahai Mama, bagaimana kabarmu?
Maaf aku tidak menghubungimu akhir-akhir ini
Aku baik-baik saja
Tubuhmu kecil begitu juga tanganmu
Rambut-rambut putih bercampur dank au tumbuh semakin ramah
Tapi bagiku kau masih lebih besar dari apapun, lebih kuat dari siapapun
Aku ingin menceritakan pada anak-anakku tentang cinta yang mendukungku ini
Walapupun aku tumbuh dalam ketidaksabaran ketika aku didekatmu
Ketika kau jauh dariku, aku tumbuh dalam kesepian
Itulah siapa dirimu bagiku
Kau dapat menghentikan masalah apapun dan mengatasinya
Dan kau memiliki kesabaran dan ketangguhan yang begitu besar
Dibanding siapapun yang ku kenal
Kau akan selalu memikirkan kebahagiaanku sebelum kebahagiaanmu sendiri
Memasak, mencuci, bersih-bersih, membesarkan anak
Kau bahkan bekerja selama waktu senggangmu
Kau hanya akan membeli barang yang ada di rak dengan harga paling murah
Aku tidak mengerti meskipun hal itu sangat jelas
Hingga aku mulai hidup mandiri, baru aku mengerti
Kapanpun aku memikirkan berapa banyak yang kau capai
Dan mungkin betapa sulitnya itu
Ku rasa aku bisa mencoba yang terbaik hari ini
Ku bilang, “Bangunkan aku pada jam 7 pagi.”
Dan kau akan membangunkanku tepat pada waktunya
Tapi aku curang padamu
Dan mengucapkan, “DIAM!” ketika aku masih mengantuk
Ini adalah rutinitas sehari-hari
Dan kau tidak pernah sekali pun memasang tampang kelelahan
Dan membangunkanku setiap hari
Penuh kasih sayang dan lebih akurat dari jam alarm manapun
Tapi suatu hari aku membolos sekolah,
Dan berkata, “Aku tidak ingin pergi.”
Aku tidak meninggalkan lantaiku dan kau berdiri didepanku
Kau menyembunyikan tanganmu dengan kedua tangn dan menangis dengan keras
Pada saat itu aku menyalahkan diriku,
Bertanya-tanya, “Kenapa aku bisa menjadi begitu bodoh?”
Ku berikan padamu rasa terima kasih untuk cinta yang selalu melindungiku ini,
Ibuku
Aku tahu tak ada hal yang paling menyedihkan
Daripada orangtua yang mengubur anaknya hidup-hidup
Jadi aku akan memastikan hal itu tidak akan terjadi
Bahkan jika aku cuma hidup satu detik lebih lama darimu
Aku akan memastikan hal itu
Aku bersyukur aku adalah anakmu
Aku bersyukur kau adalah ibuku
Dan itu tidak akan pernah berubah
Itu tidak akan pernah berubah untuk selamanya
Karena aku begitu mirip denganmu
Jadilah ibuku untuk selamanya
Jadilah sehat untuk selamanya
Kau masih punya satu pekerjaan lagi yang tersisa untuk dikerjakan
Dan itu adalah menerima cinta dan rasa hormat anakmu
Untukmu…
Wednesday, 29 August 2012
Haru Tetapi Sedikit Sesal - Catatan Seribu Mimpi
Hey blog rahasia! Mungkin sudah tidak jadi rahasia lagi ya, walau se-alay apapun saya memberi kamu nama untuk alamat website ini. lilislilischan.blogspot.com hahaha lucu yaa :D
Okey, Tuhan sebenarnya saya masih ragu untuk bercerita tentang hal ini. Tapi saya amat senang dengan kata 'share' 'empower other' 'care' dan sebagainya.
Hari ini tepatnya pukul 19.54, saya mendapatkan sebuah SMS yang isinya mengejutkan saya. Ya. Amat mengejutkan untuk seorang saya yang tidak pintar di kuliahnya. Ini isi SMSnya,..
Okey, Tuhan sebenarnya saya masih ragu untuk bercerita tentang hal ini. Tapi saya amat senang dengan kata 'share' 'empower other' 'care' dan sebagainya.
Hari ini tepatnya pukul 19.54, saya mendapatkan sebuah SMS yang isinya mengejutkan saya. Ya. Amat mengejutkan untuk seorang saya yang tidak pintar di kuliahnya. Ini isi SMSnya,..
Tuhan tolong, apakah benar atau SMS salah kirim? Saya kira ini salah kirim sepertinya, tapi tidak ada nama Lilis selain saya disana. Saya berpikir, Mahasiswa Berprestasi apanya? IPK saya pun belum sampai angka tiga karena kesalahan-kesalahan di dua tahun awal perkuliahan. Walaupun IP saya semester ini bisa sampai 3,4 Alhamdulillah sedikit baik. *membaik sedikit sekali, saya ingin EMPAT -,-
Saya bingung. Bahkan sampai sekarang pun saya bingung kenapa bisa. Apa karena website FPMIPA yang sempat memberitakan program exchange student ke China yang saya kerjakan di bulan lalu? entahlah. Yang pasti saya terkejut dan bingung serta gugup akan apa yang terjadi besok.
Tapi saya sedikit menyesal karena saya membuang Catatan Seribu Mimpi yang saya tulis di dua buah karton besar karena pada saat itu kamar saya sedang dibersihkan. Yaaaa, di catatan yang sama dengan catatan ini,
Disini saya menulis "Menjadi Mahasiswa Berprestasi" yang ketika saya menulisnya, saya tertawa dan berkata "Mana mungkin, ini sudah terlambat. Saya semester 5. Mana mungkin HAHAHA yaaaa tulis sajalah :D"
Ya Alloh Ya Tuhankuuuuu. Ini sulit untuk dipercayaaaaaa! "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" Kalimat ini selalu di ulang di Q.S. Ar-Rahman 55:1-13
Ini?? sesuatu yang tidak dapat saya percayai sebelumnya? inikah jawaban dari setiap mimpi-mimpi ku?? :'""""""""""""""""""""" Terimakasih ya Tuhanku. Meskipun sedikit menyesal karena saya telah membuang catatan seribu mimpi, ya saya percaya itu. Suatu saat nanti, satu persatu, akan terealisasikan. Satu persatu akan saya coret di catatan seribu mimpi yang baru.
Terimakasih Tuhan, Terimakasih ya Allah ya Rabb :'"""")
Monday, 27 August 2012
Buku Indonesia Mengajar - Buku 'Untuk Saya di Hari Ini'
Hari ini. Benar, hari ini Senin 27 Agustus 2012
Jujur saja. Saya hanya baru membaca buku Indonesia Mengajar pada halaman pengantar hingga xviii, serta nama-nama 51 mahasiswa yang beruntung mendapatkan kesempatan mengajar di pelosok-pelosok Tanah Air tercinta ini.
Sampai akhirnya baru HARI INI saya berniat untuk meneruskan untuk membaca buku Indonesia Mengajar, itupun karena ada sesuatu dalam fikiran saya yang amat mengganggu akhir-akhir ini.
Baru saja saya membaca satu cerita, cerita pertama membuat saya terpaku. Sakit. Sesak. Menangis terisak-isak. Begitu pula cerita-cerita selanjutnya. Saya membaca. Menangis. Membaca. Menangis lagi. Hingga saya berbicara pada diri saya sendiri, "Saya bodoh, Tuhan. Saya amat sangat bodoh untuk hal ini!!!!!!!".
Sebenarnya, HARI INI saya sedikit terganggu dengan suatu hal yang tiba-tiba masuk ke dalam fikiran dan hati saya.
Membingungkan saya dengan kata "Mimpi macam apalagi yang harus saya buat? mimpi apa lagi yang dapat saya realisasikan? Saya kira ini cukup. Saya ingin seperti dulu lagi Tuhan.
Saya ingin dekat lagi dengan-Mu. Tapi ini sulit. Aneh. Tidak bekerja lagi. Apa karena lingkungan baru saya berubah lagi? entahlah.
Saya rindu Tuhan saya,..... tapi yang ada di pikiran saya adalah tentang trend saat ini. Wanitaaaaaaa saaaaat iniiiiii. Tak dipungkiri bahwa mereka,....Cantik. Menarik. Gaul dengan style nya. Sexy sexy sexy sexy yang dengan mudahnya membuat para sahabat laki-laki saya banyak berbincang tentang itu. Sering kali.
Dan pertanyaan terbesarnya adalah "Apa saya tidak? Atau apa saya terlalu menganggap mereka sebagai sahabat hingga saya tidak merasakan kehadiran beberapa dari mereka dengan maksud yang berbeda?"
Ya, saya akui saya seorang friendsihp believer yang kata teman-teman saya bahwa istilah itu lebih pantas diganti dengan 'menutup hati' demi mimpi-mimpi dan proffesionalisme dalam bekerja.
Itu yang sedang ada dalam pikiran saya saat ini.
Saya bodoh Tuhan, teramat bodoh memikirkan hal itu hingga saya lupa disinilah passion saya. Saya ini seperti ini, saya yang begini. Tak perlu seperti mereka. Ini Passion saya.
Bukankah saya sendiri yang bilang "Don't compare yourself by other? Just compare yourself by your past".
Ya, saya meninggalkan aktivitas di Perpustakaan Anak Maleber cukup lama. Saya meninggalkan aktivitas membaca buku-buku inspirasi yang biasanya menguatkan pondasi saya untuk bertingkah laku.
Saya baru tahu bahwa hal-hal positif yang saya tinggalkan ini membuat saya merasa hampa. Diam. Serba salah. Merasa cukup.
Bukankah seharusnya saya tetap berpegangan dengan'Stay Hungry Stay Foolish' untuk mimpi-mimpi saya ini?
Tuhanku, tolong. Biarkan saya tetap selalu menjalankan aktivitas yang Engkau ridhoi. Ya! tanpa melupakan segala perubahan diri saya yang telah Kau beri. :'
Sunday, 12 August 2012
#MyExchangePhoria - Pocky Addicted
I bought many Pocky-s in Beijing, Nanjing also Shanghai. I ate Pocky whenever I want. I didn’t know why Pocky is very interesting for me. Maybe it’s because Pocky is made in Japan? Not maybe! but probably. Hehehe
The taste is very good. I found so many flavors there! (^o^)/. I thought, the kinds of the flavors are not the same with Indonesia. In Indonesia, I only can find original flavors (such as strawberry, chocolate and milk).
My favorite flavor is green tea. The green tea flavor is very different !. It made me to take more and moreeeeeeeeee. My Chinese friend said that I can find green tea flavor of Pocky only in China. Hahaha I’m not sure, but maybe it’s true because China is famous by their tea. :)
I can say that ——- I’m a Pocky addicted !
#MyExchangePhoria - I Didn't Really Want To Eat This SUSHI !!!
Hey! last week, I found a sushi shop at a Metro Station in Nanjing, China.
It was really interesting because they have many kinds of sushi there. The price for a sushi, ranges from 2 - 7 Yuan ( 1 Yuan = 1500 Rupiah). ~~~~~~~~~~~~~
After I bought this cute-sushi, I came back to my apartment and put the sushi in the refrigerator but I took it again. I looked to the sushi more serious. Hemmmmmm, and I said “okay I’ll put it !”.
After Maghrib, I looked and just to make sure what happened to my cute-sushi and I said “Oh God, it’s very cute!! I don’t really want to eat this!”. I put again. “But I want”. Took again. “But it’s very cute!”. Put again. Finally, I put until the midnight and I took 4 of them.
Yaaaa, this is the story about cute-sushi :D Itadakimasu!
Friday, 3 August 2012
#MyExchangePhoria - Made Fresh Food *After One Month I Didn't Make It !
Actually, I only put salt, scallions, MSG and pepper into the soup. Itadakimasu ! :D
Monday, 23 July 2012
#MyExchangePhoria - First Project - Environment Protection at Zhungfang ASP
Zhungfang ASP merupakan sebuah Non-Government Organisation berbasis pendidikan bagi warga tidak mampu di sebuah daerah sebelah utara Beijing. Warga disini merupakan para imigran, sehingga sering sekali saya menemukan perbedaan ras. Saya mengajar siswa kelas 4 SD sehabis mereka pulang dari sekolahnya. Jadwal mengajar saya dari pukul 15.30 - 17.30 (tentu saja Matahari tampak seperti pukul 15.00 di Indonesia ketika kelas berakhir). Anak-anak disini sangat menyenangkan, hanya saja benar benar sulit untuk berkomunikasi dengan mereka.
Jujur, hari pertama saya mengajar, saya menangis. Saya benar-benar merasa rindu dengan adik-adik saya di Perpustakaan Anak Maleber. Sempat tersirat dalam pikiran saya, "Mengapa saya harus pergi jauh-jauh kesini sedangkan meraka yang berada di dekat rumah pun membutuhkan saya". Apalagi saat ini PAM menjadi salah satu titik tempat pengajaran untuk project China Town nya AIESEC Bandung. Belum lagi ada salah satu siswa yang perawakannya mirip dengan adik laki-laki saya. Saya menangis.
Saya mencoba untuk mencari sisi positif dari keadaan 'mengapa saya disini'. Ya! NGO ini sangat terorganisir (mungkin karena mereka telah hidup selama 6 tahun). Dilihat dari banyaknya peralatan yang mereka punya, kantor yang penuh dengan kesibukan dan para volunteer yang benar-benar mengembangkan daerah ini. "Saya iri kepada mereka", saya katakan itu dan sempat berbincang mengenai PAM pula. Saya beruntung berada disini. Saya banyak belajar dari mereka, bagaimana mengorganisir sebuah NGO. Tidak mudah, memang sulit. Terutama dari hal pendanaan. Sangat sensitif.
Dua minggu berada disana merupakan pengalaman yang amat berharga bagi saya. Walaupun saya sempat kecewa ketika project yang mereka tawarkan sebelumnya itu tidak relevan dengan project sebenarnya. Saya rasa, mengajarkan sains (environment protection) dalam bahasa Inggris kepada siswa SD yang belum mempunyai bahkan mengetahui huruf latin itu lebih sulit daripada mengajarkan bagaimana membuat karya tulis ilmiah kepada siswa SMA. Mungkin ini telah di rencanakan Tuhan sebelumnya sebagai jalan bagi saya untuk lebih tanggap terhadap PAM. Ini merupakan pengalaman yang berarti bagi saya.
-------------Saat ini saya berada di kota Nanjing, jaraknya sama seperti Bandung - Kuala Lumpur. Ini project ke dua saya, project ini tentang culture. Allah memang benar-benar merealisasikan mimpi ke dua saya. Disini saya mendapatkan lebih banyak teman, ada kurang lebih 40 orang dari berbagai negara. Semoga apa yang dilakukan disini bermanfaat.
Saya benar-benar merindukan Perpustakaan Anak Maleber.
Warm regards from Nanjing,
Lilis <3
Subscribe to:
Comments (Atom)



















