Saturday, 3 August 2013

Kuatkan Dahulu. Lalu Menguatkan.

Pernah kebayang gak kalo kamu hidup di jaman Siti Nurbaya? Itu loh yang ceritanya di jodoh jodohin gitu. Hahaha. Tapi ini beda cerita...

Gimana rasanya? Coba bayangin. Udah? Nah. Galau kan? Hahaha.

Well. Itu emang terjadi sama hidup aku dan bikin galau dalam satu minggu ini. Ditambah lagi papanya doi beberapa hari lalu sempet nelpon buat nanyain kabar. Duh.

Oke. Ini reaksi pertama dari beberapa temen-temen deket yang aku kasih tau, kalo aku lagi ada di keadaan kaya gini. Galau.

Zia said "Oh... ya baguslah, berarti aku keduluin kamu got"
Dafiq said "WHAT????? SAMA SIAPA SIAH???"
MB said "Anjir baru bilang lah"
Mamay & Sheshe said "ciyeeeee, seneng!"
Anita said "Aku kapan yaaa"
Aris said "Heheheh, selamat Lis, kamu emang harus ada yang menuntun jadi lebih baik"
Erva said "Mmmmmmmm, semoga dikasih yang terbaik"


TAPI.
Hari ini aku udah berani ngomong. *ngomong sama diri sendiri dulu maksudnya, belum sama mereka, gimana ntar ajadeh itumah kalo pas ke rumah. Ya, aku belum bisa. Aku belum kuat (kuat menahan terpaan rumah tangga #apasih -,-

Ya. Karena, aku harus kuat dulu. Jadi perempuan kuat dulu. Dengan ilmu. Agama aku juga belom kuat. Karena ketika ilmu dan agama kuat, rumah tangga juga kuat. (elo pikir mau hidup cuman buat dunia doang? sorry ya, gua mau yang plus plus, makannya usahanya juga harus plus plus). Makannya, aku mau kuatin diri dulu sama ilmu, karena nantinya aku bakal jadi pemimpin buat anak-anak. Jadi pengusap air mata buat suami. Dan ketika suami jatoh (contoh, bisnisnya collapse), dengan ilmu yang udah aku persiapkan dari sekarang, aku bakalan jadi orang yang pertama bilang "aa bisa kok! atau kaka bisa kok! atau boleh banget -> mas bisa kok!, Alloh sayang sama kita... Kuat ya.."

---------------------- kiyaaaaaaaaaaaaaahh :')

Dan, kalo nolak lagi, berarti ini cowok yang ke-sepuluh yang aku tolak. Maaf ya Alloh, tapi aku gatau harus gimana. :/