Lilis: Kata beberapa orang, hari-hari yg saya jalani TAMPAK selalu menyenangkan. Pernah ada yg nanya. Suka sedih gak sih? Perasaan #semangat terus.
Lilis: Jawab. Saya manusia. Ya pasti sama aja. Hidup saya ada senangnya, sedihnya, takutnya, malunya, dan sakit hatinya. Normal saja. #semangat
Ardiansiah: @liliskarmilawti padahal melodramatic -___-
Lilis: Bahkan barusan kata @ardiansiah , saya melodramatic. Kata A saya begini. Kata B saya begitu. Kata C saya begono. #semangat
Lilis: Permasalahannya adalah tentang Personal-Branding dan LINGKUNGAN penunjangnya. #semangat
Lilis: Lingkungan. Ya. Itu merupakan daerah pembentukan karakter diri kita "Character Building". #semangat
Lilis: Dulu. Sekitar 4 tahun yg lalu. Lingkungan saya relatif di zona nyaman, tanpa beban, pengennya have-fun & so pasti BERPACARAN #asik #semangat
Lilis: Tapi, ketika lingkungan saya berubah (kuliah nih ceritanya). Karakter pun ikut berubah. Lingkungan positif dan galau pun datang. #semangat
Lilis: Melodramatic? Oo sangat jelas sekali. Serasa tidak bisa hidup tanpanya (menuhankan pasangan/ hobby). Nanti saya sama siapa? :''''( #semangat
Lilis: Namun. Dibalik semua itu. Bersyukurlah. Karena bisa jadi itu proses pembersihan diri yang Tuhan berikan kepada kita agar BERFIKIR. #semangat
Lilis: Lama ga teh? LAMA. BANGET. Namun kembali lagi, itu bergantung pada dengan siapa kita bergaul setelah galau tersebut. #semangat
Lilis: "Tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, kecuali Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik." (HR. Ahmad) #semangat
Lilis: Saya seseorang yg relatif bisa berteman dengan siapapun. Karena menurut saya, semuanya makhluk Alloh dan tidak boleh pilih-pilih. #semangat
Lilis: Namun. Kita harus tahu tujuan kita hidup di Dunia ini semata-mata diniatkan untuk IBADAH. *kan itu yg ditanyain nanti di kubur mah #semangat
Adityo24: @liliskarmilawti sedaaaap
Lilis: Semua hal. Mau lewat bisnis, bantu mamah, kegiatan sosial dan Skripsi (walopun terkadang terbesit pikiran "meni hese Fisika teh") #semangat
Lilis: APAPUN PROFESINYA, semuanya diniatkan untuk IBADAH. Bahkan berteman pun semuanya diniatkan untuk IBADAH. #semangat
Lilis: Hanya saja tadi. Kuatkan diri dengan hal positif. Hal negatif akan selalu datang tanpa kita cari. Bahkan di komunitas positif pun. #semangat
Lilis: Tingkatkan kapasitas penerimaan hal positif dalam diri kita. Jadikan antibodi. Agar si kuman-kuman negatif mati tanpa kita basmi. #semangat
Lilis: Ketika kata IBADAH itu kita hadirkan dalam setiap kegiatan, maka dengan sendirinya kehidupanmu akan menyenangkan & #semangat setiap harinya.
Lilis: Biarkan hanya kepada Alloh lah kamu meminta (curhat). Sesekali ke temen boleh lah ya, saya juga lagi belajar mengurangi yang ini. #semangat
Lilis: Senyum itu menular, senang itu menular, bahagia itu menular apalagi sedih, sedih juga menular. #semangat
Lilis: Mending kita tebarkan kebahagiaan ya, dapet pahala. Daripada menebarkan sedih, apa jadinya ya? :O Saya juga lagi belajar hehe ^^v #semangat
Lilis: Saling mengingatkan & menguatkan. Jangan saling menyakiti (meskipun sudah fitrahnya dan memang syetan selalu menggoda). #semangat
Lilis: Semoga kita bertemu lagi di akhirat nanti yah sahabat-sahabatku. Dengan seyum bergembira. Berbincang tentang jalan hijrah kita. #semangat
Lilis: Cukup sekian. Intinya tebarkan kebaikan. Jadilah kepanjangan tangan Tuhan. Semua yang kita lakukan PASTI akan dibalas. Yakin. #semangat
Lilis: Terakhir. Tadi pagi saya menemukan coretan ini di dinding ruangan Bapak Kepala Bidang Pemodelan Iklim PSTA-LAPAN. #semangat
Lilis: "Satu-satunya cara untuk BAHAGIA adalah dengan MENCINTAI" | Nah, cintai Allah. Bukan makhluknya. Menutun makhluk bukan menuntut. #semangat
Lilis: Kamu ingin apapun, minta lah. Jangan sombong gak mau minta. Namun jalankan perintah-Nya dulu! Agar terhitung sebagai ibadah. #semangat !!!
Lilis: Mau yang versi gaul nya? Mangga, nih! cari yang kaya gini minimal http://liliskarmilawti.blogspot.com/2013/11/date-aiesecer-re-blog-from.html
Thursday, 28 November 2013
Date An AIESECer - (Re-Blog from thenadology.tumblr.com)
Date an AIESECer.
Date an AIESECer. Date someone who believes that if their dreams don’t scare them, then they’re not big enough. Date a change maker, a person who believes he was born for a reason. They may not be the perfect flawless people you’ll meet in your life, but you’ll be impressed by how much they’re endlessly working on themselves.
Find an AIESECer. You’ll spot them dancing their own moves (roll calls) on certain songs. They spend too much time on Gmail and Google Drive. Once you get to know an AIESECer, spontaneously you’ll get to know many others. As AIESECers deal with each other as family, they don’t only work together, go visits or work on projects together. But they get so connected that they literally spend their whole time together. They feel free to call their AIESEC friends to hang out together even if they talked to them once. Yes, socializing is that easy when you’re dealing with AIESECers.
Don’t panic when they ask you for personal feedback after anything. It’s not a joke. They will actually consider whatever you’ll tell them. As they are in their journey of self discovery and development. Don’t get bored when they keep telling you about their AIESEC dreams, get very excited when they step into a new role in their AIESEC experience, you may think they’re stupid but you’ll get all these syndromes when you join, too. And you’ll hear the most famous line ever “Didn’t I tell you how awesome it is?”.
Trust me, AIESECers don’t live in their own bubble. You may find them the most interesting people to talk with about politics, philosophy, art and life. AIESECers are travelers and leaders, you’ll get fascinated by how much experience, knowledge and wisdom they have.
Date an AIESECer and the huge amount of motivation you’ll get would be simply unbelievable. An AIESECer would understand that you’re a human being and you need to get motivated every now and then. You’ll find them supporting you like ever, with all the words and actions they can provide you with.
Date an AIESECer so when you’re about to take a new step into your career, you’ll find them your guardian angel. They will interview you before your professional interview, making sure you can pass it and focusing on all your weaknesses that you have to change and work on.
A relationship with an AIESECer would be totally different than any other relation. You’d both sit together and make a goal setting with a certain target and a deadline, you’ll find yourself working on the development of both of you. Whenever you find them not working on their weaknesses, you’ll keep them updated. So at the end of the time period you both agreed on, you’ll find yourself got developed in something, learnt a new skill and had an impact on someone else. AIESECers will bring out the best of you.
Give them challenges. Put them in a competition mood and don’t set rules for the game, you’ll find extremely creative ways they discovered. Travel with them, to somewhere you haven’t traveled before. Get lost with them and don’t fear anything, you’ll enjoy the journey. Exploring with an AIESECer would be the most enjoyable thing you’ll ever do in your life.
It’s okay to make mistakes. An AIESECer would understand, and would give you the space you need to make mistakes, learn from them and move on. An AIESECer won’t expect a perfect partner. An AIESECer won’t need a perfect partner. An AIESECer need a person with flaws and potentials, who’d agree to go on a self development journey, no more no less.
It’s okay to be different, too. AIESECers understand and accept diversity. They know how to get benefited from, they love being with diverse people, not just a copy paste from them. They’ll always show flexibility towards any different opinions or actions. They are open minded and you can be yourself with them, without acting or beautifying.
You won’t need to overact to make an AIESECer notice you’re sad or depressed. They are extremely emotionally intelligent. They will notice and care about you. They would put themselves in your shoes. They will always listen carefully and give you their full attention.
Date an AIESECer and they’ll take you to new places, influential and inspiring movies and talks, recommend you creative books. As AIESECers are always looking for sources of inspiration. With AIESECers you’ll always feel fresh and alive.
Date an AIESECer and you’d be more than proud to introduce them to anyone, your family or your friends. AIESECers are always interesting people to talk with, with so much impressive stories and experiences. They’re passionate, creative and entrepreneurs. They will face whatever challenges they have in their lives.
Date an AIESECer and they will make you something from nothing. They know how to be resourceful and they understand how to enjoy the little things they have. Date an AIESECer and listen to them talking about their society from the positive perspective, as if it’s not a hopeless case. They will always find hope, a light and they will work on it to make it a better place to live in.
Date an AIESECer so they will believe in you, make you believe in yourself and in your potentials. They will show you that you’re a lot more wonderful, special and beautiful than you ever give yourself credit for.
Date an AIESECer so you’ll always be young, wild and free.
Date an AIESECer. Date someone who believes that if their dreams don’t scare them, then they’re not big enough. Date a change maker, a person who believes he was born for a reason. They may not be the perfect flawless people you’ll meet in your life, but you’ll be impressed by how much they’re endlessly working on themselves.
Find an AIESECer. You’ll spot them dancing their own moves (roll calls) on certain songs. They spend too much time on Gmail and Google Drive. Once you get to know an AIESECer, spontaneously you’ll get to know many others. As AIESECers deal with each other as family, they don’t only work together, go visits or work on projects together. But they get so connected that they literally spend their whole time together. They feel free to call their AIESEC friends to hang out together even if they talked to them once. Yes, socializing is that easy when you’re dealing with AIESECers.
Don’t panic when they ask you for personal feedback after anything. It’s not a joke. They will actually consider whatever you’ll tell them. As they are in their journey of self discovery and development. Don’t get bored when they keep telling you about their AIESEC dreams, get very excited when they step into a new role in their AIESEC experience, you may think they’re stupid but you’ll get all these syndromes when you join, too. And you’ll hear the most famous line ever “Didn’t I tell you how awesome it is?”.
Trust me, AIESECers don’t live in their own bubble. You may find them the most interesting people to talk with about politics, philosophy, art and life. AIESECers are travelers and leaders, you’ll get fascinated by how much experience, knowledge and wisdom they have.
Date an AIESECer and the huge amount of motivation you’ll get would be simply unbelievable. An AIESECer would understand that you’re a human being and you need to get motivated every now and then. You’ll find them supporting you like ever, with all the words and actions they can provide you with.
Date an AIESECer so when you’re about to take a new step into your career, you’ll find them your guardian angel. They will interview you before your professional interview, making sure you can pass it and focusing on all your weaknesses that you have to change and work on.
A relationship with an AIESECer would be totally different than any other relation. You’d both sit together and make a goal setting with a certain target and a deadline, you’ll find yourself working on the development of both of you. Whenever you find them not working on their weaknesses, you’ll keep them updated. So at the end of the time period you both agreed on, you’ll find yourself got developed in something, learnt a new skill and had an impact on someone else. AIESECers will bring out the best of you.
Give them challenges. Put them in a competition mood and don’t set rules for the game, you’ll find extremely creative ways they discovered. Travel with them, to somewhere you haven’t traveled before. Get lost with them and don’t fear anything, you’ll enjoy the journey. Exploring with an AIESECer would be the most enjoyable thing you’ll ever do in your life.
It’s okay to make mistakes. An AIESECer would understand, and would give you the space you need to make mistakes, learn from them and move on. An AIESECer won’t expect a perfect partner. An AIESECer won’t need a perfect partner. An AIESECer need a person with flaws and potentials, who’d agree to go on a self development journey, no more no less.
It’s okay to be different, too. AIESECers understand and accept diversity. They know how to get benefited from, they love being with diverse people, not just a copy paste from them. They’ll always show flexibility towards any different opinions or actions. They are open minded and you can be yourself with them, without acting or beautifying.
You won’t need to overact to make an AIESECer notice you’re sad or depressed. They are extremely emotionally intelligent. They will notice and care about you. They would put themselves in your shoes. They will always listen carefully and give you their full attention.
Date an AIESECer and they’ll take you to new places, influential and inspiring movies and talks, recommend you creative books. As AIESECers are always looking for sources of inspiration. With AIESECers you’ll always feel fresh and alive.
Date an AIESECer and you’d be more than proud to introduce them to anyone, your family or your friends. AIESECers are always interesting people to talk with, with so much impressive stories and experiences. They’re passionate, creative and entrepreneurs. They will face whatever challenges they have in their lives.
Date an AIESECer and they will make you something from nothing. They know how to be resourceful and they understand how to enjoy the little things they have. Date an AIESECer and listen to them talking about their society from the positive perspective, as if it’s not a hopeless case. They will always find hope, a light and they will work on it to make it a better place to live in.
Date an AIESECer so they will believe in you, make you believe in yourself and in your potentials. They will show you that you’re a lot more wonderful, special and beautiful than you ever give yourself credit for.
Date an AIESECer so you’ll always be young, wild and free.
Wednesday, 27 November 2013
PLA PSTA LAPAN 1 - Alhamdulillah, Puji Tuhan. Bertemu Dengan Sosok Seorang Ibu yang Mamah Banget.
Ini memang bukan kali pertama saya datang ke Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Bandung. Lebih dari sepuluh kali, mungkin. Namun untuk maksud dan tujuan yang lain. Hari ini, 27 November 2013 adalah hari ke-dua saya datang kesini sebagai mahasiswa yang sedang internship (magang). Dan! Saya ingin membiasakan diri untuk menulis di blog kesayangan ini serta menceritakan kejadian-kejadian yang penuh hikmah selama saya berada di tempat magang (akhirnyaaa ya...)
Di hari perkenalan lingkungan (bukan hari pertama magang, ya) saya dikejutkan oleh para ibu-ibu peneliti yang ternyata mereka sangat mengasyikan. Baru hari pertama perkenalan, ada yang nyangka kalo saya penari dan berkata seperti ini "neng Lilis penari ya? ah pasti penari! nanti saya mau minta neng Lilis nari disini" Aduh Tuhanku, apa ada yang gagal dengan personal-branding yang saya bawa di hari pertama perkenalan ya? O_o Apa karena saking bersemangatnya seorang saya yang kinestetis ini?
Lalu, satu minggu kemudian.
HARI PERTAMA
Di hari pertama (kemarin) saya magang, saya dikejutkan oleh seorang ibu peneliti lain namun masih di ruangan yang sama. Ibu yang nampaknya memiliki sikap yang hampir sama dengan mamah saya ini namanya bu Iis. Beliau lulusan S1 Fisika UNPAD dan S2 Meteorologi ITB. Dikarenakan para peneliti di Bidang 3 Pemodelan Iklim PSTA LAPAN ini sedang berada di Jakarta untuk sebuah pertemuan yang katanya hari jadi LAPAN Indonesia, maka ruangan-ruangan di lantai 4 ini kebanyakan tidak ada penghuni nya untuk dua hari kedepan.
Saya langsung mengobrol banyak dengan sosok ibu Iis ini. Baikkkkkkk sekali. Supel. Menyenangkan. Ya, seperti mamah saya. Setidaknya di tempat ini saya memiliki seseorang yang layaknya seperti seorang ibu. Pertama, hal ibu Iis tawarkan adalah meja kantor saya. Bu Iis berkata "Neng, mending meja nya di ruangan utama ya, sebelah ruangan ibu biar deket sama ibu. Jangan ruang bawah di tempat anak-anak magang. Itumah buat cowok-cowok bararau (bau) dan sekarang mah lagi kosong, sararieun hihhh (menakutkan)". Ah iya jawan saya. Puji syukur Tuhan. Lalu bu Iis meneruskan lagi, "Nih disini aja ya, Neng Lilis pake ruang pribadi nya pak Ibnu aja, pak Ibnu nya baru berangkat ke Jepang untuk S3". Ruangan berukuran 7x3 meter ini berada di ruang rapat utama dengan sekat kayu yang nyaman. Kenapa nyaman? karena saya excited dengan dokumen-dokumen beliau yang dimana beberapa diantaranya berhuruf kana. Seolah menyemangati saya untuk serius menyelesaikan PLA dan TA sembari mengambil satu jam dari jam magang untuk mempelajari kembali bahasa jepang. Hati saya berbisik lembut "Pak, semoga saya bisa kesana juga ya Pak ya... Saya pinjam ruangannya. Hehehe :D"
Percakapan saya dan bu Iis pun di akhiri dengan beberapa informasi penting bagi saya disini. Mulai dari arah kiblat, bawa gelas sendiri dari rumah biar bersih, bekal makan dari rumah biar hemat, kalau ingin makan bisa pake microwave dan kulkas nya, sampai dipinjami sandal unyuk sama si ibu. Ah Tuhan, betapa penyayang nya engkau. :')
HARI KEDUA
Kami berbincang sangat banyak. Memang saya yang mulai. Kenapa? Saya ingin berbagi. Berbicara dari hati ke hati. Saya mulai dengan cerita keadaan akademis saya saat ini yang masih mengontrak satu mata kuliah dan itu di luar jurusan Fisika bahkan di luar Fakultas MIPA. Saya ceritakan semua kejadian akademis saya. Untuk apa? Agar beliau mengerti mengapa di semester 9 ini saya masih berkutat dan semacam tertinggal semeseter.
Pecakapan kami pun semakin satu frekwensi. Sampai saya cerita tentang Akademis, keluarga, titik baik perubahan saya di semester 3, Perpustakaan Anak Maleber, AIESEC (karena ketika saya membuka laptop, tidak sengaja beliau melihat foto background dekstop saya yang ketika sedang berada di China) lalu kegiatan saya di I Love Business GIMB, Muda Mulia, Great Muslimah. Sehingga perbincangan kami mengkerucut ke arah passion dan alhasil beliau lebih mengerti apa yang saya butuhkan saat ini. Dan dan dan dan dan!!! beliau mensupport besar untuk keseriusan saya magang di sini. Padaha sebelumnya saya berprasangka buruk bahwa beliau akan menasehati saya dan berfikir negatif karena lelet kuliah. Ternyata tidak. Beliau malah meminta saya untuk berkenalan dengan anak tunggal nya, Imawarni. Saat ini ia sedang berkuliah di Akuntansi UNISBA 2011 dan ternyata memiliki passion di dunia sosial dan bisnis juga namun keadaan sosial di kelasnya kurang mendukung, kata beliau. *baiklah, utusan ALLAH SWT siap meluncur, pikir saya ^^v
Nah. Sudah lah. Ini adalan cerita dua hari saya disini. Terimakasih Tuhan. Semoga apa yang sedang saya jalani saat ini menjadi berkah (manfaat) dan semata-mata hanya karena Engkau.
Bismillah. Luruskan Niat.
Warm Regards,
Lilis <3
Di hari perkenalan lingkungan (bukan hari pertama magang, ya) saya dikejutkan oleh para ibu-ibu peneliti yang ternyata mereka sangat mengasyikan. Baru hari pertama perkenalan, ada yang nyangka kalo saya penari dan berkata seperti ini "neng Lilis penari ya? ah pasti penari! nanti saya mau minta neng Lilis nari disini" Aduh Tuhanku, apa ada yang gagal dengan personal-branding yang saya bawa di hari pertama perkenalan ya? O_o Apa karena saking bersemangatnya seorang saya yang kinestetis ini?
Lalu, satu minggu kemudian.
HARI PERTAMA
Di hari pertama (kemarin) saya magang, saya dikejutkan oleh seorang ibu peneliti lain namun masih di ruangan yang sama. Ibu yang nampaknya memiliki sikap yang hampir sama dengan mamah saya ini namanya bu Iis. Beliau lulusan S1 Fisika UNPAD dan S2 Meteorologi ITB. Dikarenakan para peneliti di Bidang 3 Pemodelan Iklim PSTA LAPAN ini sedang berada di Jakarta untuk sebuah pertemuan yang katanya hari jadi LAPAN Indonesia, maka ruangan-ruangan di lantai 4 ini kebanyakan tidak ada penghuni nya untuk dua hari kedepan.
Saya langsung mengobrol banyak dengan sosok ibu Iis ini. Baikkkkkkk sekali. Supel. Menyenangkan. Ya, seperti mamah saya. Setidaknya di tempat ini saya memiliki seseorang yang layaknya seperti seorang ibu. Pertama, hal ibu Iis tawarkan adalah meja kantor saya. Bu Iis berkata "Neng, mending meja nya di ruangan utama ya, sebelah ruangan ibu biar deket sama ibu. Jangan ruang bawah di tempat anak-anak magang. Itumah buat cowok-cowok bararau (bau) dan sekarang mah lagi kosong, sararieun hihhh (menakutkan)". Ah iya jawan saya. Puji syukur Tuhan. Lalu bu Iis meneruskan lagi, "Nih disini aja ya, Neng Lilis pake ruang pribadi nya pak Ibnu aja, pak Ibnu nya baru berangkat ke Jepang untuk S3". Ruangan berukuran 7x3 meter ini berada di ruang rapat utama dengan sekat kayu yang nyaman. Kenapa nyaman? karena saya excited dengan dokumen-dokumen beliau yang dimana beberapa diantaranya berhuruf kana. Seolah menyemangati saya untuk serius menyelesaikan PLA dan TA sembari mengambil satu jam dari jam magang untuk mempelajari kembali bahasa jepang. Hati saya berbisik lembut "Pak, semoga saya bisa kesana juga ya Pak ya... Saya pinjam ruangannya. Hehehe :D"
Percakapan saya dan bu Iis pun di akhiri dengan beberapa informasi penting bagi saya disini. Mulai dari arah kiblat, bawa gelas sendiri dari rumah biar bersih, bekal makan dari rumah biar hemat, kalau ingin makan bisa pake microwave dan kulkas nya, sampai dipinjami sandal unyuk sama si ibu. Ah Tuhan, betapa penyayang nya engkau. :')
HARI KEDUA
Kami berbincang sangat banyak. Memang saya yang mulai. Kenapa? Saya ingin berbagi. Berbicara dari hati ke hati. Saya mulai dengan cerita keadaan akademis saya saat ini yang masih mengontrak satu mata kuliah dan itu di luar jurusan Fisika bahkan di luar Fakultas MIPA. Saya ceritakan semua kejadian akademis saya. Untuk apa? Agar beliau mengerti mengapa di semester 9 ini saya masih berkutat dan semacam tertinggal semeseter.
Pecakapan kami pun semakin satu frekwensi. Sampai saya cerita tentang Akademis, keluarga, titik baik perubahan saya di semester 3, Perpustakaan Anak Maleber, AIESEC (karena ketika saya membuka laptop, tidak sengaja beliau melihat foto background dekstop saya yang ketika sedang berada di China) lalu kegiatan saya di I Love Business GIMB, Muda Mulia, Great Muslimah. Sehingga perbincangan kami mengkerucut ke arah passion dan alhasil beliau lebih mengerti apa yang saya butuhkan saat ini. Dan dan dan dan dan!!! beliau mensupport besar untuk keseriusan saya magang di sini. Padaha sebelumnya saya berprasangka buruk bahwa beliau akan menasehati saya dan berfikir negatif karena lelet kuliah. Ternyata tidak. Beliau malah meminta saya untuk berkenalan dengan anak tunggal nya, Imawarni. Saat ini ia sedang berkuliah di Akuntansi UNISBA 2011 dan ternyata memiliki passion di dunia sosial dan bisnis juga namun keadaan sosial di kelasnya kurang mendukung, kata beliau. *baiklah, utusan ALLAH SWT siap meluncur, pikir saya ^^v
Nah. Sudah lah. Ini adalan cerita dua hari saya disini. Terimakasih Tuhan. Semoga apa yang sedang saya jalani saat ini menjadi berkah (manfaat) dan semata-mata hanya karena Engkau.
Bismillah. Luruskan Niat.
Warm Regards,
Lilis <3
Tuesday, 26 November 2013
Ar-Rahman (55) : 1-78 | My Favorite Surah, The Greatest Grateful in My Soul
Dengan menyebut Asma Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang
(Tuhan) Yang Maha Pemurah,
QS. ar-Rahman (55) : 1
Yang telah mengajarkan Al Qur’an.
QS. ar-Rahman (55) : 2
Dia menciptakan manusia.
QS. ar-Rahman (55) : 3
Mengajarnya pandai berbicara.
QS. ar-Rahman (55) : 4
Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.
QS. ar-Rahman (55) : 5
Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.
QS. ar-Rahman (55) : 6
Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).
QS. ar-Rahman (55) : 7
Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.
QS. ar-Rahman (55) : 8
Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.
QS. ar-Rahman (55) : 9
Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk- (Nya),
QS. ar-Rahman (55) : 10
di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.
QS. ar-Rahman (55) : 11
Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.
QS. ar-Rahman (55) : 12
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 13
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,
QS. ar-Rahman (55) : 14
dan Dia menciptakan jin dari nyala api.
QS. ar-Rahman (55) : 15
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan.
QS. ar-Rahman (55) : 16
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.
QS. ar-Rahman (55) : 17
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 18
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
QS. ar-Rahman (55) : 19
antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.
QS. ar-Rahman (55) : 20
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 21
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
QS. ar-Rahman (55) : 22
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 23
Dan kepunyaan-Nyalah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.
QS. ar-Rahman (55) : 24
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 25
Semua yang ada di bumi itu akan binasa.
QS. ar-Rahman (55) : 26
Dan tetap kekal Zat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
QS. ar-Rahman (55) : 27
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 28
Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
QS. ar-Rahman (55) : 29
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 30
Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin.
QS. ar-Rahman (55) : 31
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 32
Wahai jamaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.
QS. ar-Rahman (55) : 33
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 34
Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya).
QS. ar-Rahman (55) : 35
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 36
Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.
QS. ar-Rahman (55) : 37
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 38
Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.
QS. ar-Rahman (55) : 39
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 40
Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka.
QS. ar-Rahman (55) : 41
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 42
Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa.
QS. ar-Rahman (55) : 43
Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya.
QS. ar-Rahman (55) : 44
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 45
Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.
QS. ar-Rahman (55) : 46
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,
QS. ar-Rahman (55) : 47
Kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan.
QS. ar-Rahman (55) : 48
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 49
Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir.
QS. ar-Rahman (55) : 50
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 51
Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.
QS. ar-Rahman (55) : 52
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 53
Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.
QS. ar-Rahman (55) : 54
Mana nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 55
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.
QS. ar-Rahman (55) : 56
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 57
Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.
QS. ar-Rahman (55) : 58
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 59
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).
QS. ar-Rahman (55) : 60
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 61
Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.
QS. ar-Rahman (55) : 62
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,
QS. ar-Rahman (55) : 63
Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.
QS. ar-Rahman (55) : 64
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 65
Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar.
QS. ar-Rahman (55) : 66
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 67
Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.
QS. ar-Rahman (55) : 68
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 69
Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.
QS. ar-Rahman (55) : 70
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 71
(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.
QS. ar-Rahman (55) : 72
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 73
Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.
QS. ar-Rahman (55) : 74
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 75
Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
QS. ar-Rahman (55) : 76
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 77
Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia.
QS. ar-Rahman (55) : 78
(Tuhan) Yang Maha Pemurah,
QS. ar-Rahman (55) : 1
Yang telah mengajarkan Al Qur’an.
QS. ar-Rahman (55) : 2
Dia menciptakan manusia.
QS. ar-Rahman (55) : 3
Mengajarnya pandai berbicara.
QS. ar-Rahman (55) : 4
Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.
QS. ar-Rahman (55) : 5
Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.
QS. ar-Rahman (55) : 6
Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).
QS. ar-Rahman (55) : 7
Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.
QS. ar-Rahman (55) : 8
Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.
QS. ar-Rahman (55) : 9
Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk- (Nya),
QS. ar-Rahman (55) : 10
di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.
QS. ar-Rahman (55) : 11
Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.
QS. ar-Rahman (55) : 12
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 13
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,
QS. ar-Rahman (55) : 14
dan Dia menciptakan jin dari nyala api.
QS. ar-Rahman (55) : 15
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan.
QS. ar-Rahman (55) : 16
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.
QS. ar-Rahman (55) : 17
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 18
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
QS. ar-Rahman (55) : 19
antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.
QS. ar-Rahman (55) : 20
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 21
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
QS. ar-Rahman (55) : 22
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 23
Dan kepunyaan-Nyalah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.
QS. ar-Rahman (55) : 24
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 25
Semua yang ada di bumi itu akan binasa.
QS. ar-Rahman (55) : 26
Dan tetap kekal Zat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
QS. ar-Rahman (55) : 27
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 28
Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
QS. ar-Rahman (55) : 29
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 30
Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin.
QS. ar-Rahman (55) : 31
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 32
Wahai jamaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.
QS. ar-Rahman (55) : 33
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 34
Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya).
QS. ar-Rahman (55) : 35
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 36
Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.
QS. ar-Rahman (55) : 37
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 38
Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.
QS. ar-Rahman (55) : 39
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 40
Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka.
QS. ar-Rahman (55) : 41
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 42
Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa.
QS. ar-Rahman (55) : 43
Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya.
QS. ar-Rahman (55) : 44
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 45
Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.
QS. ar-Rahman (55) : 46
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,
QS. ar-Rahman (55) : 47
Kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan.
QS. ar-Rahman (55) : 48
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 49
Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir.
QS. ar-Rahman (55) : 50
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 51
Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.
QS. ar-Rahman (55) : 52
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 53
Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.
QS. ar-Rahman (55) : 54
Mana nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 55
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.
QS. ar-Rahman (55) : 56
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 57
Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.
QS. ar-Rahman (55) : 58
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 59
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).
QS. ar-Rahman (55) : 60
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 61
Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.
QS. ar-Rahman (55) : 62
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,
QS. ar-Rahman (55) : 63
Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.
QS. ar-Rahman (55) : 64
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 65
Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar.
QS. ar-Rahman (55) : 66
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 67
Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.
QS. ar-Rahman (55) : 68
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 69
Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.
QS. ar-Rahman (55) : 70
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 71
(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.
QS. ar-Rahman (55) : 72
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 73
Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.
QS. ar-Rahman (55) : 74
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 75
Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
QS. ar-Rahman (55) : 76
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. ar-Rahman (55) : 77
Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia.
QS. ar-Rahman (55) : 78
Friday, 22 November 2013
Thursday, 21 November 2013
Bento! Mencoba Berimajinasi Layaknya Chef Professional Atau Mungkin Ibu-ibu Muda Di Jepang! XD
Barusan. Barusan saya menemukan sebuah folder yang bernamakan BENTO di laptop. Seketika saya membuka folder tersebut dan isinya mengejutkan. Wah wah wah, ternyata saya lupa untuk memposting di blog tentang belajar membuat bento yang saya lakukan sebelum datang ke Japanese Festival "Nihon No Matsuri ke-6" yang diadakan di Telkom University bulan Mei lalu. Saya sengaja membuat ini untuk sahabat-sahabat saya disana @wulanrahmadiny. Salah dua nya panitia NNM6, @riooutomo @putraadhitya saya tahu kalian kelaparan hahaha ^^v
Baiklah, tidak usah berlama-lama. Langsung saya share ya!
Jrengjrengjreng.................! Cara Membuat Bento ala Lilis-chan (padahal googling) :P
1. Siapkan bahan!
Baiklah, tidak usah berlama-lama. Langsung saya share ya!
Jrengjrengjreng.................! Cara Membuat Bento ala Lilis-chan (padahal googling) :P
1. Siapkan bahan!
telur puyuh
bahan sayuran untuk salad
brokoli
keju
telur dan sawi
selada
mayonaise dan selasih
crispy ebi furai (siap masak)
sosis (sosis kecil lucu super cheese)
nori
*ada yang lupa ke-jepret!
nasi & nasi goreng
2. Cuci bersih selada, lalu jadikan untuk bagian dasar (alas).
3. Bentuk nasi sesuai dengan bentuk yang kalian suka (boleh cari di google). Untuk wajah manusia, gunakan nasi goreng ya! rasa ayam deh :D
4. Hias nasi yang sudah dibentuk (beri mata dan mulut lucu nan tersenyum)
5. Salad. Rebus Wortel, Buncis dan Jagung kemudian tiriskan. (semuanya iris dulu ya, layaknya membuat sayur sup). Campurkan dengan mayonaise. Beri sedikit oregano, bisa dicari di supermarket biar rasanya ala-ala fetucini Pizza Hut gitu :P
6. Okonomiyaki. Rebus sawi sampai matang. Buat telur dadar (masukan sawi selagi telur matang setengahnya, lalu gulung dengan keadaan masih di atas wajan. Tiriskan. Potong seperti bolu gulung.
4. Hias nasi yang sudah dibentuk (beri mata dan mulut lucu nan tersenyum)
5. Salad. Rebus Wortel, Buncis dan Jagung kemudian tiriskan. (semuanya iris dulu ya, layaknya membuat sayur sup). Campurkan dengan mayonaise. Beri sedikit oregano, bisa dicari di supermarket biar rasanya ala-ala fetucini Pizza Hut gitu :P
6. Okonomiyaki. Rebus sawi sampai matang. Buat telur dadar (masukan sawi selagi telur matang setengahnya, lalu gulung dengan keadaan masih di atas wajan. Tiriskan. Potong seperti bolu gulung.
7. Sosis lucu berbentuk Cumi-cumi manyun. Lucu ya namanya? Emang sengaja dibuat mayun :D
ambil sedotan air minum gelas dan cetak keju dengan sedotan tersebut sehingga membentuk lingkaran kecil
iris ujung sosis kecil lucu nan enak itu sehingga terlihat seperti punya empat buah kaki
tusuk bagian mata dengan tusuk gigi lalu masukan biji selasih ke dalamnya
tusuk bagian mulut, lubangi agak besar lalu pasangkan keju yang telah dicetak tadi
tempelkan nori melingkar pada perut cumi-cumi manyun tersebut
8. Telur Puyuh malu-malu. Rebus telur puyuh. Buka cangkangnya. Iris dan hilangkan satu perempat bagian seperti foto di bawah ini. Beri mata dengan biji selasih.
9. Goreng Ebi Furai dan tririskan.
10. Bentuk bento yang kamu suka. Dan............ TARAAAAAAAM~ :D
10. Bentuk bento yang kamu suka. Dan............ TARAAAAAAAM~ :D
Friday, 1 November 2013
Butiran debu. Should I say that?
Saat ini, saya sedang berada di sebuah tempat yang sudah lama sekali (mungkin dua tahun) tidak saya kunjungi. "READING LIGHTS, English Books and Coffee Corner". Suasana tempat ini memang tidak banyak yang berubah. Sama seperti dahulu. Menyenangkan. Tempat yang menyenangkan untuk seorang saya yang menyukai buku. Namun perbedaannya, saat ini saya sendirian. Sesekali saya menatap ke sebuah sofa, mengingat apa yang terjadi dua tahun lalu. Ya. Mengingat. Dulu, disana ada Didi, Laura, Jane, Cecil dan Liliek. Melalui jejaring social media yang bernama Facebook, saya pun mulai mengetik nama mereka satu-persatu dan mata saya langsung tertuju ke kolom "where are they living in?" dan cover picture pastinya. Oh ya, Thailand, USA, Norway, Italy, German, Poland, Taiwan. They've been taken further steps. Puji Tuhan, mereka dalam kondisi sehat dan produktif sampai saat ini...
------------------------------------------------------------------------------------------
Jari-jemari saya mulai tidak sabar untuk menari di atas laptop kesayangan ini. Walaupun saya sadar dengan kemampuan menulis yang belum ada apa-apanya, bahkan sangat jauh dari penggunaan EYD yang benar dan pemilihan kosakata yang tepat. Terkadang saya iri kepada teman-teman yang pintar dalam memilih kosakata yang pas dan merangkainya menjadi sebuah tulisan yang saya anggap itu KEREN. Bahkan ada yang sampai dibuat menjadi buku. Tidak satu atau dua buku. Lebih dari itu. Saya tahu, lingkungan saya saat ini memang didominasi oleh orang-orang yang hebat. Bahkan hingga saya merasa bahwa saya hanya "butiran debu". Tetapi walaupun begitu, saya tetap berantusias untuk latihan menulis dan mengaplikasikan kosakata-kosakata baru yang saya dapat dari buku-buku yang saya baca.
Segelas iced Cappuccino dan sebuah buku karya Paulo Coelho dalam bahasa Inggris (my favorite author) menemani saya untuk menghabiskan satu jam kedepan menunggu jadwal ta'lim Great Muslimah di Sentra Inspira Office. Satu dua halaman saya baca dan kembali meneruskan tulisan ini. Begitu seterusnya. Walaupun yang sering saya tekan adalah tombol backspace karena lagi-lagi merasa kurang tepat memilih kata yang pas (aduh). But I know, it's a process. it's process process process. Change takes time, isn't?
Baiklah, mungkin kata "butiran debu" cukup untuk mengingatkan saya agar tetap terus belajar, belajar dan belajar. Tidak untuk menjadikan saya patah semangat untuk terus berkarya. Bismillah~
Warm Regards,
Lilis <3
Wednesday, 16 October 2013
FRIENDSHIP BELIEVER
Sebagai seorang yang amat mencintai pertemanan baik dan amat membenci permusuhan memang tidak mudah untuk hidup di dunia yang katanya kejam ini. Tapi, bagi saya yang menjuluki diri sendiri sebagai "friendship-believer" itu dirasa amat mudah untuk dijalankan. Sedari bersekolah di Sekolah Dasar, saya adalah seorang yang selalu di nomer terakhirkan di geng saya. Hingga sampai saat SMP dan SMA pun saya selalu di nomer terakhirkan dalam urutan geng. Nah loh? Kok?
Jadi begini, ternyata jawabannya saya dapatkan dua tahun terakhir ini di bangku perkuliahan. Pernah ketika saya SMA dan kebetulan saya memegang sebuah ekskul teater di SMA saya untuk satu periode. Ekskul teater ini sangat-sangat menjunjung tinggi persaudaraan. Karena di setiap pementasan, perlombaan dan event-event yang kami isi, semua kami lakukan penuh dengan totalitas hingga rasa kekeluargaan pun terbentuk dengan sendirinya. Sayangnya, saya yang pada saat itu menjabat sebagai ketua, dihadapkan oleh sebuah permasalahan kubu-kubu-an atau bahasa gaulnya yaitu geng-geng-an.
Saya yang pada saat itu ada diantara geng A dan geng B yang dimana kami merasa berbeda dikarenakan gaya hidup yang berbeda. Pada saat itu saya dihadapkan dengan permasalahan yang tak kunjung usai, hingga pada akhirnya yang bertahan disana adalah orang-orang yang mau belajar dan bersikap sederhana. Meskipun pada akhirnya periode angkatan saya sudah tidak banyak berkecimpung di sana, tetapi hingga kini tali pertemanan kami tetap terjalin secara baik dan saya dapat mengambil pelajaran dari setiap serpihan kejadian yang membangun hidup saya hingga saat ini.
Dari hal tersebut saya bisa menyimpulkan bahwa ternyata saya adalah seseorang yang tidak suka terikat dengan satu kubu pertemanan dekat atau yang disebut dengan geng. Kenapa? Karena saya selalu merasa bahwa itu akan menimbulkan rasa dan sikap kesenjangan dan kecemburuan sosial yang akan menutup gerbang pertemanan baik dengan yang lainnya. Sebenarnya saya telah dihadapkan dengan keadaan seperti ini semenjak saya berumur 5 tahun, yang dimana lingkungan tempat tinggal saya merupakan tempat tinggal warga menengah kebawah. Di keadaan keluarga saya yang dibilang berkecukupan, saya sudah terbiasa bermain dengan anak-anak lingkungan rumah dan saya dipaksa untuk berprestasi di lingkungan sekolah. Sehingga jiwa sosial saya terlatih dengan sendirinya.
Ada sebuah lagu anak-anak yang selalu secara spontan hadir dalam setiap aktifitas saya. Begini liriknya.
"Oh amelia gadis cilik lincah nian
Tak pernah sedih, riang selalu sepanjang hari
Oh amelia gadis cilik ramah nian
Dimana-mana amelia temannya banyak
Oh amelia banyak sungguh kelakuanmu
Tak jemu-jemu tanya sana tanya sini
Oh amelia banyak sungguh gaya gerakmu
Menari-nari sambil bernyanyi senang sekali"
Sedari kecil, saya selalu terobsesi dengan lagu ini. Walaupun saat ini saya sudah beranjak dewasa bahkan memang harus disebut dewasa, saya selalu secara spontan menyanyikan lagu ini dalam hati.
HATE-ERS
Hate-ers atau para pembenci akan selalu ada di lingkungan dimana kita bersosialisasi. Sahabat dekat saya pernah bilang begini, "Sebaik apapun perilakumu, Se-soleh apapun kamu, tetap akan ada yang tidak suka. Karena fitrah manusia".
----- Sampai saat ini, si friendship-believer ini tidak berharap begitu besar untuk selalu memiliki pertemanan baik yang banyak. Si friendship-believer ini hanya berharap SATU kepada Tuhannya yang dimana ia percaya bahwa Tuhanyalah yang Maha Pemberi Segalanya.
"Mulut yang saya miliki adalah milik-Mu. Otak yang saya miliki adalah milik-Mu. Ilmu yang saya miliki adalah ilmu-Mu. Semuanya kepunyaan-Mu. Namun, jika teman-teman baiku membutuhkan setitik ilmu yang KAU miliki dan ini ada padaku, maka aku mohon jadikan lah aku sebagai kepanjangan tangan-Mu, Tuhanku. Jadikan aku salah satu bagian dari pasukan-Mu yang dapat menebar manfaat bagi umat. Dimana aku akan selalu kuat dihadapan mereka namun lemah dihadapan-Mu. Itu doaku."
Saturday, 3 August 2013
Kuatkan Dahulu. Lalu Menguatkan.
Pernah kebayang gak kalo kamu hidup di jaman Siti Nurbaya? Itu loh yang ceritanya di jodoh jodohin gitu. Hahaha. Tapi ini beda cerita...
Gimana rasanya? Coba bayangin. Udah? Nah. Galau kan? Hahaha.
Well. Itu emang terjadi sama hidup aku dan bikin galau dalam satu minggu ini. Ditambah lagi papanya doi beberapa hari lalu sempet nelpon buat nanyain kabar. Duh.
Oke. Ini reaksi pertama dari beberapa temen-temen deket yang aku kasih tau, kalo aku lagi ada di keadaan kaya gini. Galau.
Zia said "Oh... ya baguslah, berarti aku keduluin kamu got"
Dafiq said "WHAT????? SAMA SIAPA SIAH???"
MB said "Anjir baru bilang lah"
Mamay & Sheshe said "ciyeeeee, seneng!"
Anita said "Aku kapan yaaa"
Aris said "Heheheh, selamat Lis, kamu emang harus ada yang menuntun jadi lebih baik"
Erva said "Mmmmmmmm, semoga dikasih yang terbaik"
TAPI.
Hari ini aku udah berani ngomong. *ngomong sama diri sendiri dulu maksudnya, belum sama mereka, gimana ntar ajadeh itumah kalo pas ke rumah. Ya, aku belum bisa. Aku belum kuat (kuat menahan terpaan rumah tangga #apasih -,-
Ya. Karena, aku harus kuat dulu. Jadi perempuan kuat dulu. Dengan ilmu. Agama aku juga belom kuat. Karena ketika ilmu dan agama kuat, rumah tangga juga kuat. (elo pikir mau hidup cuman buat dunia doang? sorry ya, gua mau yang plus plus, makannya usahanya juga harus plus plus). Makannya, aku mau kuatin diri dulu sama ilmu, karena nantinya aku bakal jadi pemimpin buat anak-anak. Jadi pengusap air mata buat suami. Dan ketika suami jatoh (contoh, bisnisnya collapse), dengan ilmu yang udah aku persiapkan dari sekarang, aku bakalan jadi orang yang pertama bilang "aa bisa kok! atau kaka bisa kok! atau boleh banget -> mas bisa kok!, Alloh sayang sama kita... Kuat ya.."
---------------------- kiyaaaaaaaaaaaaaahh :')
Dan, kalo nolak lagi, berarti ini cowok yang ke-sepuluh yang aku tolak. Maaf ya Alloh, tapi aku gatau harus gimana. :/
Gimana rasanya? Coba bayangin. Udah? Nah. Galau kan? Hahaha.
Well. Itu emang terjadi sama hidup aku dan bikin galau dalam satu minggu ini. Ditambah lagi papanya doi beberapa hari lalu sempet nelpon buat nanyain kabar. Duh.
Oke. Ini reaksi pertama dari beberapa temen-temen deket yang aku kasih tau, kalo aku lagi ada di keadaan kaya gini. Galau.
Zia said "Oh... ya baguslah, berarti aku keduluin kamu got"
Dafiq said "WHAT????? SAMA SIAPA SIAH???"
MB said "Anjir baru bilang lah"
Mamay & Sheshe said "ciyeeeee, seneng!"
Anita said "Aku kapan yaaa"
Aris said "Heheheh, selamat Lis, kamu emang harus ada yang menuntun jadi lebih baik"
Erva said "Mmmmmmmm, semoga dikasih yang terbaik"
TAPI.
Hari ini aku udah berani ngomong. *ngomong sama diri sendiri dulu maksudnya, belum sama mereka, gimana ntar ajadeh itumah kalo pas ke rumah. Ya, aku belum bisa. Aku belum kuat (kuat menahan terpaan rumah tangga #apasih -,-
Ya. Karena, aku harus kuat dulu. Jadi perempuan kuat dulu. Dengan ilmu. Agama aku juga belom kuat. Karena ketika ilmu dan agama kuat, rumah tangga juga kuat. (elo pikir mau hidup cuman buat dunia doang? sorry ya, gua mau yang plus plus, makannya usahanya juga harus plus plus). Makannya, aku mau kuatin diri dulu sama ilmu, karena nantinya aku bakal jadi pemimpin buat anak-anak. Jadi pengusap air mata buat suami. Dan ketika suami jatoh (contoh, bisnisnya collapse), dengan ilmu yang udah aku persiapkan dari sekarang, aku bakalan jadi orang yang pertama bilang "aa bisa kok! atau kaka bisa kok! atau boleh banget -> mas bisa kok!, Alloh sayang sama kita... Kuat ya.."
---------------------- kiyaaaaaaaaaaaaaahh :')
Dan, kalo nolak lagi, berarti ini cowok yang ke-sepuluh yang aku tolak. Maaf ya Alloh, tapi aku gatau harus gimana. :/
Wednesday, 24 July 2013
AKU RINDU. RINDU MASA PERUBAHAN TERBESARKU
Aku ingat.
Ketika aku merasa terjatuh sejatuh-jatuhnya pada saat itu.
Ketika aku merasa Tuhan tidak adil kepadaku.
Ketika aku kesal hingga aku tidak mempedulikan orang di sekitarku.
Ketika beberapa batang rokok itu mulai coba aku hisap untuk menghilangkan penat ku.
Ketika aku bergaya anggun, molek, seksi dengan dress merah jambu yang menawan, didepan kamera DSLR milik seorang om single berumur 32 tahun.
Ketika alam bawah sadarku menggerakanku kepada hal-hal yang aku pikir pada saat itu, "ini nih gaul !!"
Mungkin untuk sebagian cewek-cewek yang katanya anak gaul Bandung itu biasa saja.
Namun untukku, itu hal yang amat bodoh. Tidak berpendidikan. Aku malu, di mata-Nya.
Aku Ingat.
Ketika ada sebuah nomor mengirimkan sms yang akupun sama sekali tidak tahu kenapa bisa sampai ke handphoneku.
Ketika bacaan sms itu adalah "LDK UKDM Present Ta'lim dalam rangka memperingati tahun baru Hijriah" yang pada saat itu adalah pada tanggal akhir di bulan Desember 2010.
Ketika aku mau untuk pergi kesana sendirian dengan hijab hitam karena aneh saja jika ke acara keagamaan dan tidak berhijab.
Ketika ternyata mahasiswa dari Fisika pada saat itu hanya ada dua orang.
Ketika ternyata satu orangnya lagi itu adalah teteh yang meng-tes baca Al-quran demi persyaratan lulus mata kuliah Agama Islam.
Ketika pemateri menyampaikan segala hal-hal yang membuatku menangis sendirian karena ternyata yang aku lakukan selama itu SALAH BESAR.
Ketika pada saat itu aku memutuskan untuk berhijab.
Ketika teman-teman dekatku menjauhiku hanya karena aku telah berubah dan pada saat itu di televisi sedang gencar gencarnya berita NII. (dikira NII apa guaa?)
Ketika candaan yang aku pikir itu 'jleb' terlontar dari beberapa teman-teman dekatku.
Ketika yang biasa berkata "kamana maneh?" berubah menjadi "eh, Lilis assalamualaikum"
Ketika yang biasa berkata "makan yuk" berubah jadi "Lis gak panas tuh?" "Ah sok alim, ntar juga dibuka lagi"
Daaan ketika Bapak hawatir sampai rapat BEM pun dianter anter setiap minggunya.
Apa perubahanku se ekstrim itu? Hingga mereka membuat jarak denganku?
Aku rindu.
Ketika aku bertemu Perpustakaan Anak Maleber.
Ketika aku menghabiskan lusinan buku-buku filsafat dan motivasi sampai sampai alergi melihat novel-novel fiksi yang berisikan cinta.
Ketika aku jadi seminar motivasi-seeker.
Ketika aku tidak pernah meninggalkan shalat sunah duha dan tahajud setiap malamnya minimal seminggu sampai 5 kali aku lakukan.
Ketika pada saat itu adalah hatam quran ku. (seumur hidup belom pernah hatam quran -_-" )
Ketika aku memohon-mohon di mentor-i sampai oleh dua orang mentor sekaligus (seminggu dua kali mentoring, ini semacam gila sekali).
Ketika aku mulai menuliskan mimpi-mimpi di dua buah karton besar hingga 80% dari mimpi yang aku pikir mustahil untuk kucapai, pada akhirnya hanya coretan-coretan keberhasilan.
Ketika satu mimpi dari mimpi-mimpi yang lainnya terealisasikan dengan jalur yang tak pernah terduga sebelumnya. ya, salah satu mahasiswa berprestasi fpmipa upi :')
Ketika ketika ketika..... sangat banyak yang seharusnya aku syukuri. Namun terkadang, bahkan masih sering aku mengeluh. Maafkan Tuhan..
Ya, aku tahu.
Untuk berubah, tidak harus terjatuh. Lagi.
Untuk berubah, aku bisa melihat prestasi orang-orang hebat disekitarku.
Dan menjadikannya sebagai korek api semangatku.
Hal-hal negatif akan terus datang tanpa kita minta.
Namun bagaimana caranya hal hal positif selalu lebih banyak dari pada hal-hal negatif.
Masalah akan datang terus tanpa kita minta.
Namun bagaimana caranya kita meningkatkan kapasitas diri kita dengan ilmu agar masalah tersebut selalu ada di bawah kapasitas diri kita.
Bismillah~
Ketika aku merasa terjatuh sejatuh-jatuhnya pada saat itu.
Ketika aku merasa Tuhan tidak adil kepadaku.
Ketika aku kesal hingga aku tidak mempedulikan orang di sekitarku.
Ketika beberapa batang rokok itu mulai coba aku hisap untuk menghilangkan penat ku.
Ketika aku bergaya anggun, molek, seksi dengan dress merah jambu yang menawan, didepan kamera DSLR milik seorang om single berumur 32 tahun.
Ketika alam bawah sadarku menggerakanku kepada hal-hal yang aku pikir pada saat itu, "ini nih gaul !!"
Mungkin untuk sebagian cewek-cewek yang katanya anak gaul Bandung itu biasa saja.
Namun untukku, itu hal yang amat bodoh. Tidak berpendidikan. Aku malu, di mata-Nya.
Aku Ingat.
Ketika ada sebuah nomor mengirimkan sms yang akupun sama sekali tidak tahu kenapa bisa sampai ke handphoneku.
Ketika bacaan sms itu adalah "LDK UKDM Present Ta'lim dalam rangka memperingati tahun baru Hijriah" yang pada saat itu adalah pada tanggal akhir di bulan Desember 2010.
Ketika aku mau untuk pergi kesana sendirian dengan hijab hitam karena aneh saja jika ke acara keagamaan dan tidak berhijab.
Ketika ternyata mahasiswa dari Fisika pada saat itu hanya ada dua orang.
Ketika ternyata satu orangnya lagi itu adalah teteh yang meng-tes baca Al-quran demi persyaratan lulus mata kuliah Agama Islam.
Ketika pemateri menyampaikan segala hal-hal yang membuatku menangis sendirian karena ternyata yang aku lakukan selama itu SALAH BESAR.
Ketika pada saat itu aku memutuskan untuk berhijab.
Ketika teman-teman dekatku menjauhiku hanya karena aku telah berubah dan pada saat itu di televisi sedang gencar gencarnya berita NII. (dikira NII apa guaa?)
Ketika candaan yang aku pikir itu 'jleb' terlontar dari beberapa teman-teman dekatku.
Ketika yang biasa berkata "kamana maneh?" berubah menjadi "eh, Lilis assalamualaikum"
Ketika yang biasa berkata "makan yuk" berubah jadi "Lis gak panas tuh?" "Ah sok alim, ntar juga dibuka lagi"
Daaan ketika Bapak hawatir sampai rapat BEM pun dianter anter setiap minggunya.
Apa perubahanku se ekstrim itu? Hingga mereka membuat jarak denganku?
Aku rindu.
Ketika aku bertemu Perpustakaan Anak Maleber.
Ketika aku menghabiskan lusinan buku-buku filsafat dan motivasi sampai sampai alergi melihat novel-novel fiksi yang berisikan cinta.
Ketika aku jadi seminar motivasi-seeker.
Ketika aku tidak pernah meninggalkan shalat sunah duha dan tahajud setiap malamnya minimal seminggu sampai 5 kali aku lakukan.
Ketika pada saat itu adalah hatam quran ku. (seumur hidup belom pernah hatam quran -_-" )
Ketika aku memohon-mohon di mentor-i sampai oleh dua orang mentor sekaligus (seminggu dua kali mentoring, ini semacam gila sekali).
Ketika aku mulai menuliskan mimpi-mimpi di dua buah karton besar hingga 80% dari mimpi yang aku pikir mustahil untuk kucapai, pada akhirnya hanya coretan-coretan keberhasilan.
Ketika satu mimpi dari mimpi-mimpi yang lainnya terealisasikan dengan jalur yang tak pernah terduga sebelumnya. ya, salah satu mahasiswa berprestasi fpmipa upi :')
Ketika ketika ketika..... sangat banyak yang seharusnya aku syukuri. Namun terkadang, bahkan masih sering aku mengeluh. Maafkan Tuhan..
Ya, aku tahu.
Untuk berubah, tidak harus terjatuh. Lagi.
Untuk berubah, aku bisa melihat prestasi orang-orang hebat disekitarku.
Dan menjadikannya sebagai korek api semangatku.
Hal-hal negatif akan terus datang tanpa kita minta.
Namun bagaimana caranya hal hal positif selalu lebih banyak dari pada hal-hal negatif.
Masalah akan datang terus tanpa kita minta.
Namun bagaimana caranya kita meningkatkan kapasitas diri kita dengan ilmu agar masalah tersebut selalu ada di bawah kapasitas diri kita.
Bismillah~
Tuesday, 23 July 2013
YES WE ARE. FROM ZERO TO HERO
Kali ini saya mau cerita sedikit tentang para "great-mood-boosters". Kita rencananya mau bikin satu program. Masih rahasia loh. Doain aja yah semoga BERMANFAAT dan ALLOH melancarkan semuanya. Nih nama orang-orangnya....
Haris Rachman @haarisrachman (Public Relation GIMB Foundation, Owner Cikaffe)
Aris Rizal Gozali @arisright (Ketua FoSSEI Jawa Barat)
Arief Juliyaman @ariefjuly (Owner GardenNusa *keren loh ini bisnis *banyak fans nya pula ini si Arif)
Febrianti Almeera @pewski (Founder GREAT MUSLIMAH, komunitas para ciwik-ciwik nakal yang hijrah *macem gueeee sih ya kali salah satu yang sempet nakal. dih)
Anita Rahayu Triani @anitatrianita (Finalis Mojang Kota Bandung 2012 *nb satu satunya finalis yang pake hijjab loh ini, hebat. padahal baru jilbaban ini tante)
Erva Sisilia @ChefErva (Ini mami super hebat di cooking, baking sama pastry, Owner nya StudioKue)
Gammar Rainnur @gammarrainnur (Mamay ini jago bisnis abis, apapun bisa disulapnya jadi potensi bisnis, mamay punya GentaPrivat)
Gak tau kenapa, rasanya nyambung aja tiap kali bareng sama mereka. Bareng sama mereka itu semacem transfer energi positif!!! Sadar lagi. Sadar lagi. Sadar lagi. Jangan salah loh, mereka-mereka ini gak soleh dari jaman brojol. Semuanya pernah di titik kegagalan/kekacauan waktu jaman-jaman setahun baru masuk kuliah dulu. Yaah, apa itu karena pergaulan lah, pacaran lah, yah masing-masing punya titik ter-rendahnya sampe mereka bisa melompat setinggi tingginya (kata Pepew, bayangin teori bola basket! semakin keras dipantulinnya bakalan semakin tinggi lompatannya. duk duk duk duk dukkkkkkkk BUM!!!). Intinya, kita pernah berada di titik kegagalan dan titik hijrahnya; dan kali ini satu frekuensi juga di hal positif. Terus, kita semua angkatan 2009 :)) *tua
Kata Haris, kita udah terlalu capek. Capek berjuang demi memperbaiki diri. Capek berjuang untuk berbeda dengan orang lain pada biasanya. Yang kerjaannya cuman bikin hidup ini let it flow tanpa ilmunya. Padahal mereka gak tau apa yang sebenernya harus dilakuin di hidup ini. Ya. Kita udah terlalu capek untuk berbeda dari yang lain, makannya kita harus bikin kapasitas diri kita ada di atas si capek itu. Yang pada akhirnya bakal ngehasilin value yang sebenernya dalam kehidupan. Ibadah.
Puji syukur sama ALLOH SWT yang udah bikin saya ketemu orang-orang yang selalu mengingatkan. Memberi motivasi. Ngasih tau yang bener ketika saya ada di titik khilaf. Bener kata Anita, kalo mau berubah itu harus berjamaah. Biar ada yang slalu mengingatkan. Berubah jadi baik itu butuh proses. Nikmati proses. Biar kita bisa lebih bijaksana sama orang. Mimpilah setinggi mungkin. Jangan edit si mimpi itu. Karena ALLOH yang berkuasa atas perealisasian. Jangan sombong sama ALLOH, hidup mati kita di tangan DIA. Ikuti perintahnya sebelum terlambat. *serem~
Haris Rachman @haarisrachman (Public Relation GIMB Foundation, Owner Cikaffe)
Aris Rizal Gozali @arisright (Ketua FoSSEI Jawa Barat)
Arief Juliyaman @ariefjuly (Owner GardenNusa *keren loh ini bisnis *banyak fans nya pula ini si Arif)
Febrianti Almeera @pewski (Founder GREAT MUSLIMAH, komunitas para ciwik-ciwik nakal yang hijrah *macem gueeee sih ya kali salah satu yang sempet nakal. dih)
Anita Rahayu Triani @anitatrianita (Finalis Mojang Kota Bandung 2012 *nb satu satunya finalis yang pake hijjab loh ini, hebat. padahal baru jilbaban ini tante)
Erva Sisilia @ChefErva (Ini mami super hebat di cooking, baking sama pastry, Owner nya StudioKue)
Gammar Rainnur @gammarrainnur (Mamay ini jago bisnis abis, apapun bisa disulapnya jadi potensi bisnis, mamay punya GentaPrivat)
Gak tau kenapa, rasanya nyambung aja tiap kali bareng sama mereka. Bareng sama mereka itu semacem transfer energi positif!!! Sadar lagi. Sadar lagi. Sadar lagi. Jangan salah loh, mereka-mereka ini gak soleh dari jaman brojol. Semuanya pernah di titik kegagalan/kekacauan waktu jaman-jaman setahun baru masuk kuliah dulu. Yaah, apa itu karena pergaulan lah, pacaran lah, yah masing-masing punya titik ter-rendahnya sampe mereka bisa melompat setinggi tingginya (kata Pepew, bayangin teori bola basket! semakin keras dipantulinnya bakalan semakin tinggi lompatannya. duk duk duk duk dukkkkkkkk BUM!!!). Intinya, kita pernah berada di titik kegagalan dan titik hijrahnya; dan kali ini satu frekuensi juga di hal positif. Terus, kita semua angkatan 2009 :)) *tua
Kata Haris, kita udah terlalu capek. Capek berjuang demi memperbaiki diri. Capek berjuang untuk berbeda dengan orang lain pada biasanya. Yang kerjaannya cuman bikin hidup ini let it flow tanpa ilmunya. Padahal mereka gak tau apa yang sebenernya harus dilakuin di hidup ini. Ya. Kita udah terlalu capek untuk berbeda dari yang lain, makannya kita harus bikin kapasitas diri kita ada di atas si capek itu. Yang pada akhirnya bakal ngehasilin value yang sebenernya dalam kehidupan. Ibadah.
Puji syukur sama ALLOH SWT yang udah bikin saya ketemu orang-orang yang selalu mengingatkan. Memberi motivasi. Ngasih tau yang bener ketika saya ada di titik khilaf. Bener kata Anita, kalo mau berubah itu harus berjamaah. Biar ada yang slalu mengingatkan. Berubah jadi baik itu butuh proses. Nikmati proses. Biar kita bisa lebih bijaksana sama orang. Mimpilah setinggi mungkin. Jangan edit si mimpi itu. Karena ALLOH yang berkuasa atas perealisasian. Jangan sombong sama ALLOH, hidup mati kita di tangan DIA. Ikuti perintahnya sebelum terlambat. *serem~
Thursday, 20 June 2013
THEM. My Best Birthday Gift In This Year
16 Juni yang ke 22 kali nya. Ya. Itu memang tanggal lahir saya. Namun di tahun ini ada hal yang amat spesial se spesial spesialnya hadiah dari Allah. Apa itu? MEREKA <3 .
Mereka. Mereka yang merupakan sahabat seperjuangan saya dalam setiap langkah kecil menuju manusia hebat. Mereka dari berbeda hobby, suku, agama, budaya, warna kulit, bahkan bangsa. Tetapi kami memiliki pemikiran yang sama mengenai perbaikan anak bangsa melalui perbaikan diri sendiri.
Terimakasih Tuhan untuk tahun ini <3
Kalian yang gak sengaja mampir, boleh follow sahabat-sahabat hebat ini @anitatrianita @ariefjuly @pewski @sheningg @risa_is @arisright @haarisrachman @zayretro @gammarrainnur @MB_ramadhan @mandellson @TriasNyandika @oky_irawan @riooutomo @mikyputra {}
Juni 2013 <3
Mereka. Mereka yang merupakan sahabat seperjuangan saya dalam setiap langkah kecil menuju manusia hebat. Mereka dari berbeda hobby, suku, agama, budaya, warna kulit, bahkan bangsa. Tetapi kami memiliki pemikiran yang sama mengenai perbaikan anak bangsa melalui perbaikan diri sendiri.
Terimakasih Tuhan untuk tahun ini <3
Kalian yang gak sengaja mampir, boleh follow sahabat-sahabat hebat ini @anitatrianita @ariefjuly @pewski @sheningg @risa_is @arisright @haarisrachman @zayretro @gammarrainnur @MB_ramadhan @mandellson @TriasNyandika @oky_irawan @riooutomo @mikyputra {}
Juni 2013 <3
Thursday, 4 April 2013
Self Evaluation - #Part3
We were given so many prizes
We changed the desert into oasis
We built buildings of different lengths and sizes
And we felt so very satisfied
We bought and bought
We couldn't stop buying
We gave charity to the poor 'cause
We couldn't stand their crying
We thought we paid our dues
But in fact
To ourselves we're just lying
Maher Zain - Awaken
Hari ini, kedua kalinya. Kajian setiap Kamis malam di Masjid Daarut Tauhid. Namun kali ini berbeda. Karena seusai meeting AIESEC berakhir, saya melangkahkan kaki ini dengan sendirian. Ya, tanpa ditemani teman baik saya, Erva.
Seperti biasa, malam ini pun Aa Gym yang mengisi kajian. Karena kebiasaan saya yang senang untuk menuliskan apapun yang berupa saran, pepatah kuno, kata-kata bijak (quotes) atau setiap kata-kata indah yang keluar dari mulut seorang yang menginspirasi saya, maka malam ini pun saya tidak lupa untuk menuliskan beberapa kata-kata indah tersebut.
- Barang siapa yang melakukan kebaikan, maka akan KAMI berikan kebaikan-kebaikan yang lain.
- Dan ALLOH maha pembalas jasa lagi maha pengampun.
- Jangan takut dengan rezeki yang belum datang, karena tidak akan tertukar.
- Galau? Banyak masalah? Jangan dipikirin! Dzikirin! Dari dzikir, inget sama ALLOH, maka ALLOH inget sama kita dan akan berikan jalan.
- Kita ngga pernah ngasih sama orang, sesungguhnya kita ngasih sama diri kita sendiri.
- Manfaatkan waktu sebelum punya jodoh dengan deket sama ALLOH.
- Jangan ngurang-ngurangin nikmat yang ada dengan mikirin keinginan yang belum tercapai.
- Bergaulah dengan orang-orang yang membawa kamu ke jalan yang baik.
JLEB!
Ditutup dengan doa yang dibawakan Aa Gym, dan saya pun mulai meneteskan air mata lagi ----------Terimakasih ya ALLOH!!! Udah lama gak nangis lagi, susah nangis -,- dan akhirnyaaaaa diizinkan lagi untuk merasakan nikmat nangis :')
Hal pertama yang membuat saya dapat meneteskan air mata lagi adalah ketika beliau berkata 'mohon ampunlah bagi yang berdosa kepada ayah dan ibu. *JLEB
Hal keduanya adalah 'doakan guru-guru yang telah membuat kita dekat dengan ALLOH'. Hah?? Iya, kangen. Kangen teh Lesi :'''''''''''''''''''(
Dan hal terakir adalah bersyukurlah karena ALLOH masih memberikan rahmatnya kepada kita.
:') Saya pulang.
Sunday, 31 March 2013
Alta Alatis Patent
Alta Alatis Patent. Sebuah pepatah latin kuno yang akhirnya menyadarkan hingga menggerakan saya untuk membuat percepatan dalam hidup. "The Sky Is Open For Those Who Have Wings", itu arti dari pepatah tersebut. Pepatah yang kemudian saya pahami dengan arti "Langit Itu Terbuka Bagi Siapapun Yang Memiliki Sayap". Langit, saya pahami dengan arti GOALS, MIMPI, KEINGINAN, HARAPAN. Sayap, saya pahami dengan arti KNOWLEDGES, FAITH TO THE GOD AND EVERYTHING THAT YOU DO WILL RUN WELL, SPIRIT, RELATIONS, NETWORKING, HABLUMINANNAS.
Begitulah. Hingga saat ini saya mempercayai itu. Alta Atatis Patent.
Subscribe to:
Comments (Atom)






