Saturday, 14 April 2012

My ExchangePhoria #Part1 - Diantara Dua Pilihan



Saya ingin mencoba memulai menulis kembali di blog saya yang penuh mimpi ini. Tapi saya sangat sulit untuk mengumpulkan kekuatan nalar untuk menulis. Yaa.. jelas saja hampir empat bulan ini saya meninggalkan kebiasaan membaca buku inspiratif dan menuliskannya kembali. Yang jelas sih saya ingin mencoba lagi mengeluarkan segenap kemampuan saya dalam hal curhat by blog *eh menuliskan apa yang ingin saya ceritakan.

Oke buat yang gak sengaja baca ini, saya cuman ingin berbagi tanpa kesengajaan tentunya. ;)
Hari-hari ini saya lelah. Cukup lelah. Memang sih seperti hari-hari biasanya, dibayang-bayangi dengan segundukan job desc. Tapi yang membuat saya merasa hectic dan nggak jelas itu adalah tentang exchange saya untuk bulan Juli nanti. Hey! Juli kan masih lama? Oh tidak bagi saya. Bagi saya, tiga bulan itu seperti ketika kamu mengerjakan minimal satu project dan disitu kamu sebagai president of the project lalu kamu tiba-tiba mendapati besok adalah main event dari project tersebut. :O lupakan~

Rencana exchange ini berhasil membuat jantung saya berdebar selama menunggu hasil interview, dan memang benar saya tidak lolos interview untuk Children Project “Dare to Dream” di LC UN Ningbo China. Mungkin karena kata “Europe” masih ada di kegalauan saya. Jujur, untuk exchange ini saya merasa berada diantara dua pilihan. Pertama, apakah saya akan ambil project di Polandia atau Hungaria, ataukah saya harus memilih China dan dengan begitu saya dapat mengejar mimpi saya ke Jepang (kebetulan disana ada national conference).

Tapi setelah dua hari saya ke dua travel yang berbeda untuk memastikan harga, wow ! ternyata summer ini semua cost flight naik ! Untuk kedua kalinya rencana exchange ini membuat jantung saya berdebar bahkan mungkin dengan frekuensi yang lebih tinggi. Oh Tuhan ! $1778 dari yang biasanya termahal $1250 untuk Jakarta-Warsaw-Warsaw-Jakarta ?? dan kurang lebih $1700 untuk Jakarta-Beijing-Tokyo-Jakarta?? Belum bayar untuk conference, belum biaya hidup di Beijing, belum biaya hidup di Tokyo, belum lain lain lain #dead

Meskipun dana yang dialokasikan cukup untuk pergi ke Eropa, tetapi saya tidak tega untuk mengeluarkan uang sebesar itu sedangkan teman-teman yang lainnya lebih murah dengan alasan exchange di winter dan tidak ada EURO LEAGUE 2012 pada saat itu.

Hah~ dua hari ini benar benar memacu adrenalin saya. Yaa.. Mungkin Negeri Sakura yang saya impikan semenjak  saya duduk di bangku Sekolah Dasar itu tidak untuk saat ini. Mungkin di lain conference atau di lain hari. ———Saya tetap menatap gambar itu setiap selesai shalat, selalu dan akan terus menatap gambar itu sampai saya dapat menginjakan kaki di Negeri Impian - Negeri Sakura.

Jam ini menunjukan pukul 0.22 itu artinya saya harus segera membaca doa tidur dan tidur dengan mimpi mimpi yang siap terealisasikan. Besok pagi saya harus pergi ke Ciwidey bersama Satoe Indonesia dari SBM ITB untuk project mereka yang bekerjasama dengan AIESEC, yaitu “Ciwidey Pintar”. Disana tidak ada sinyal handphone sedikitpun, apalagi untuk mengakses BBM.

Selamat malam, Oyasuminasai~
Proud to be an AIESECer.

No comments:

Post a Comment