Hari ini. Benar, hari ini Senin 27 Agustus 2012
Jujur saja. Saya hanya baru membaca buku Indonesia Mengajar pada halaman pengantar hingga xviii, serta nama-nama 51 mahasiswa yang beruntung mendapatkan kesempatan mengajar di pelosok-pelosok Tanah Air tercinta ini.
Sampai akhirnya baru HARI INI saya berniat untuk meneruskan untuk membaca buku Indonesia Mengajar, itupun karena ada sesuatu dalam fikiran saya yang amat mengganggu akhir-akhir ini.
Baru saja saya membaca satu cerita, cerita pertama membuat saya terpaku. Sakit. Sesak. Menangis terisak-isak. Begitu pula cerita-cerita selanjutnya. Saya membaca. Menangis. Membaca. Menangis lagi. Hingga saya berbicara pada diri saya sendiri, "Saya bodoh, Tuhan. Saya amat sangat bodoh untuk hal ini!!!!!!!".
Sebenarnya, HARI INI saya sedikit terganggu dengan suatu hal yang tiba-tiba masuk ke dalam fikiran dan hati saya.
Membingungkan saya dengan kata "Mimpi macam apalagi yang harus saya buat? mimpi apa lagi yang dapat saya realisasikan? Saya kira ini cukup. Saya ingin seperti dulu lagi Tuhan.
Saya ingin dekat lagi dengan-Mu. Tapi ini sulit. Aneh. Tidak bekerja lagi. Apa karena lingkungan baru saya berubah lagi? entahlah.
Saya rindu Tuhan saya,..... tapi yang ada di pikiran saya adalah tentang trend saat ini. Wanitaaaaaaa saaaaat iniiiiii. Tak dipungkiri bahwa mereka,....Cantik. Menarik. Gaul dengan style nya. Sexy sexy sexy sexy yang dengan mudahnya membuat para sahabat laki-laki saya banyak berbincang tentang itu. Sering kali.
Dan pertanyaan terbesarnya adalah "Apa saya tidak? Atau apa saya terlalu menganggap mereka sebagai sahabat hingga saya tidak merasakan kehadiran beberapa dari mereka dengan maksud yang berbeda?"
Ya, saya akui saya seorang friendsihp believer yang kata teman-teman saya bahwa istilah itu lebih pantas diganti dengan 'menutup hati' demi mimpi-mimpi dan proffesionalisme dalam bekerja.
Itu yang sedang ada dalam pikiran saya saat ini.
Saya bodoh Tuhan, teramat bodoh memikirkan hal itu hingga saya lupa disinilah passion saya. Saya ini seperti ini, saya yang begini. Tak perlu seperti mereka. Ini Passion saya.
Bukankah saya sendiri yang bilang "Don't compare yourself by other? Just compare yourself by your past".
Ya, saya meninggalkan aktivitas di Perpustakaan Anak Maleber cukup lama. Saya meninggalkan aktivitas membaca buku-buku inspirasi yang biasanya menguatkan pondasi saya untuk bertingkah laku.
Saya baru tahu bahwa hal-hal positif yang saya tinggalkan ini membuat saya merasa hampa. Diam. Serba salah. Merasa cukup.
Bukankah seharusnya saya tetap berpegangan dengan'Stay Hungry Stay Foolish' untuk mimpi-mimpi saya ini?
Tuhanku, tolong. Biarkan saya tetap selalu menjalankan aktivitas yang Engkau ridhoi. Ya! tanpa melupakan segala perubahan diri saya yang telah Kau beri. :'

No comments:
Post a Comment