Wednesday, 24 July 2013

AKU RINDU. RINDU MASA PERUBAHAN TERBESARKU

Aku ingat.
Ketika aku merasa terjatuh sejatuh-jatuhnya pada saat itu.
Ketika aku merasa Tuhan tidak adil kepadaku.
Ketika aku kesal hingga aku tidak mempedulikan orang di sekitarku.
Ketika beberapa batang rokok itu mulai coba aku hisap untuk menghilangkan penat ku.
Ketika aku bergaya anggun, molek, seksi dengan dress merah jambu yang menawan, didepan kamera DSLR milik seorang om single berumur 32 tahun.
Ketika alam bawah sadarku menggerakanku kepada hal-hal yang aku pikir pada saat itu, "ini nih gaul !!"
Mungkin untuk sebagian cewek-cewek yang katanya anak gaul Bandung itu biasa saja.
Namun untukku, itu hal yang amat bodoh. Tidak berpendidikan. Aku malu, di mata-Nya.

Aku Ingat.
Ketika ada sebuah nomor mengirimkan sms yang akupun sama sekali tidak tahu kenapa bisa sampai ke handphoneku.
Ketika bacaan sms itu adalah "LDK UKDM Present Ta'lim dalam rangka memperingati tahun baru Hijriah" yang pada saat itu adalah pada tanggal akhir di bulan Desember 2010.
Ketika aku mau untuk pergi kesana sendirian dengan hijab hitam karena aneh saja jika ke acara keagamaan dan tidak berhijab.
Ketika ternyata mahasiswa dari Fisika pada saat itu hanya ada dua orang.
Ketika ternyata satu orangnya lagi itu adalah teteh yang meng-tes baca Al-quran demi persyaratan lulus mata kuliah Agama Islam.
Ketika pemateri menyampaikan segala hal-hal yang membuatku menangis sendirian karena ternyata yang aku lakukan selama itu SALAH BESAR.
Ketika pada saat itu aku memutuskan untuk berhijab.
Ketika teman-teman dekatku menjauhiku hanya karena aku telah berubah dan pada saat itu di televisi sedang gencar gencarnya berita NII. (dikira NII apa guaa?)
Ketika candaan yang aku pikir itu 'jleb' terlontar dari beberapa teman-teman dekatku.
Ketika yang biasa berkata "kamana maneh?" berubah menjadi "eh, Lilis assalamualaikum"
Ketika yang biasa berkata "makan yuk" berubah jadi "Lis gak panas tuh?" "Ah sok alim, ntar juga dibuka lagi"
Daaan ketika Bapak hawatir sampai rapat BEM pun dianter anter setiap minggunya.
Apa perubahanku se ekstrim itu? Hingga mereka membuat jarak denganku?


Aku rindu.
Ketika aku bertemu Perpustakaan Anak Maleber.
Ketika aku menghabiskan lusinan buku-buku filsafat dan motivasi sampai sampai alergi melihat novel-novel fiksi yang berisikan cinta.
Ketika aku jadi seminar motivasi-seeker.
Ketika aku tidak pernah meninggalkan shalat sunah duha dan tahajud setiap malamnya minimal seminggu sampai 5 kali aku lakukan.
Ketika pada saat itu adalah hatam quran ku. (seumur hidup belom pernah hatam quran -_-" )
Ketika aku memohon-mohon di mentor-i sampai oleh dua orang mentor sekaligus (seminggu dua kali mentoring, ini semacam gila sekali).
Ketika aku mulai menuliskan mimpi-mimpi di dua buah karton besar hingga 80% dari mimpi yang aku pikir mustahil untuk kucapai, pada akhirnya hanya coretan-coretan keberhasilan.
Ketika satu mimpi dari mimpi-mimpi yang lainnya terealisasikan dengan jalur yang tak pernah terduga sebelumnya. ya, salah satu mahasiswa berprestasi fpmipa upi :')
Ketika ketika ketika..... sangat banyak yang seharusnya aku syukuri. Namun terkadang, bahkan masih sering aku mengeluh. Maafkan Tuhan..

Ya, aku tahu.
Untuk berubah, tidak harus terjatuh. Lagi.
Untuk berubah, aku bisa melihat prestasi orang-orang hebat disekitarku.
Dan menjadikannya sebagai korek api semangatku.
Hal-hal negatif akan terus datang tanpa kita minta.
Namun bagaimana caranya hal hal positif selalu lebih banyak dari pada hal-hal negatif.
Masalah akan datang terus tanpa kita minta.
Namun bagaimana caranya kita meningkatkan kapasitas diri kita dengan ilmu agar masalah tersebut selalu ada di bawah kapasitas diri kita.

Bismillah~

1 comment: