Kan kuceritakan kepadamu sebuah tempat yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya. Ya. Hari ini aku dan temanku "lebih tepatnya boss-ku sih" mengunjungi sebuah tempat yang orang-orang biasa menyebutnya dengan sebutan Sekolah Luar Biasa. Sekolah Luar Biasa -C Purnama Asih yang berada tepat di sebelah gerbang kompleks perumahan Setra Duta ini nampak sederhana. Tidak seperti SLB Negeri yang seringkali aku lewati di Cicendo, sekolah ini hanya memiliki 50 siswa tetap mulai dari TK hingga SMA. Aku sendiripun belum mengerti banyak tentang perbedaan SLB A B C D, ternyata itu berbeda ya!
Program Universal Children Education yang akan dilaksanakan di bulan Januari tahun depan cukup membuat kami cekatan untuk mencari sekolah-sekolah tidak mampu, panti asuhan anak dan sekolah luar biasa semacam itu. Maklum. AIESEC di Universitas kami masih baru. Sangat baru. Bahkan kami belum mengetahui bagaimana cara ter-jitu untuk men-engage para petinggi-petinggi di kampus kami agar mempermudah birokrasi. Tapi hal itu akan ku ceritakan nanti.
Yah. Cukuplah kami berjalan dulu. Talk less do more. Act. Act. Move. Semoga setelah step ini, semboyan Do less achieve more pun dapat kita kibarkan. :D
Kembali ke SLB yang kami kunjungi, ada perasaan haru dan khawatir dalam diri kami berdua. Lebihnya aku, takut. Mereka, berteriak. Diam. Bermain ayunan. Salah seorang dari mereka menjambak rambut Dwi. Menggigit. Ya! menggigit ku >O<. Bagaimana ini? bagaimana project kami nanti???
Tapi, ada yang membuat aku terkesimak. Aku melihat seorang perempuan sebayaku, berjilbab, berdiri di dekat mushala, tepat arah jam 12. Dan seketika aku berkata dalam hati, CANTIK! HEBAT! Kamu bisa meng-handle anak-anak ini. Canda Tawa dan Ceria terlihat dari sikap mereka walau sesekali ada yang berteriak amat menakutkan (menakutkan menurutku). Kamu, hebat sekali.
Dan tahukah, seseorang yang selalu menginspirasiku pernah berkata "Change is never easy. You fight to hold on. You fight to let go". Memang sulit untuk berubah menjadi lebih baik. Dua tahun aku menggunakan jilbab ini, semacam pertarungan dengan diri sendiri. Sifat Easygoing dan Global-Mindset ini sedikit menggoyahkan. Naik. Turun. Naik lagi. Turun lagi. Selalu mencoba mengerti setiap hal, setiap masalah, mengapa begitu begini begitu begini?.
Kembali ke SLB yang kami kunjungi, ada perasaan haru dan khawatir dalam diri kami berdua. Lebihnya aku, takut. Mereka, berteriak. Diam. Bermain ayunan. Salah seorang dari mereka menjambak rambut Dwi. Menggigit. Ya! menggigit ku >O<. Bagaimana ini? bagaimana project kami nanti???
Tapi, ada yang membuat aku terkesimak. Aku melihat seorang perempuan sebayaku, berjilbab, berdiri di dekat mushala, tepat arah jam 12. Dan seketika aku berkata dalam hati, CANTIK! HEBAT! Kamu bisa meng-handle anak-anak ini. Canda Tawa dan Ceria terlihat dari sikap mereka walau sesekali ada yang berteriak amat menakutkan (menakutkan menurutku). Kamu, hebat sekali.
Dan tahukah, seseorang yang selalu menginspirasiku pernah berkata "Change is never easy. You fight to hold on. You fight to let go". Memang sulit untuk berubah menjadi lebih baik. Dua tahun aku menggunakan jilbab ini, semacam pertarungan dengan diri sendiri. Sifat Easygoing dan Global-Mindset ini sedikit menggoyahkan. Naik. Turun. Naik lagi. Turun lagi. Selalu mencoba mengerti setiap hal, setiap masalah, mengapa begitu begini begitu begini?.
Dan hari ini aku temukan satu jawaban. Cantik itu bukan karena wajah kamu sebening apa, bajumu se-keren apa. Cantik itu dapat terlihat dari apa yang dapat kamu lakukan untuk berbagi terhadap sesama. BERSYUKURLAH~
Selain itu, SLB ini mengingatkanku kepada sebuah buku yang berjudul "Moga Bunda Disayang Alloh". Ya. Buku ini penuh dengan rasa haru dan syukur di setiap paragrafnya.
Sekian~
Sekian~
No comments:
Post a Comment