Saat ini, saya sedang berada di sebuah tempat yang sudah lama sekali (mungkin dua tahun) tidak saya kunjungi. "READING LIGHTS, English Books and Coffee Corner". Suasana tempat ini memang tidak banyak yang berubah. Sama seperti dahulu. Menyenangkan. Tempat yang menyenangkan untuk seorang saya yang menyukai buku. Namun perbedaannya, saat ini saya sendirian. Sesekali saya menatap ke sebuah sofa, mengingat apa yang terjadi dua tahun lalu. Ya. Mengingat. Dulu, disana ada Didi, Laura, Jane, Cecil dan Liliek. Melalui jejaring social media yang bernama Facebook, saya pun mulai mengetik nama mereka satu-persatu dan mata saya langsung tertuju ke kolom "where are they living in?" dan cover picture pastinya. Oh ya, Thailand, USA, Norway, Italy, German, Poland, Taiwan. They've been taken further steps. Puji Tuhan, mereka dalam kondisi sehat dan produktif sampai saat ini...
------------------------------------------------------------------------------------------
Jari-jemari saya mulai tidak sabar untuk menari di atas laptop kesayangan ini. Walaupun saya sadar dengan kemampuan menulis yang belum ada apa-apanya, bahkan sangat jauh dari penggunaan EYD yang benar dan pemilihan kosakata yang tepat. Terkadang saya iri kepada teman-teman yang pintar dalam memilih kosakata yang pas dan merangkainya menjadi sebuah tulisan yang saya anggap itu KEREN. Bahkan ada yang sampai dibuat menjadi buku. Tidak satu atau dua buku. Lebih dari itu. Saya tahu, lingkungan saya saat ini memang didominasi oleh orang-orang yang hebat. Bahkan hingga saya merasa bahwa saya hanya "butiran debu". Tetapi walaupun begitu, saya tetap berantusias untuk latihan menulis dan mengaplikasikan kosakata-kosakata baru yang saya dapat dari buku-buku yang saya baca.
Segelas iced Cappuccino dan sebuah buku karya Paulo Coelho dalam bahasa Inggris (my favorite author) menemani saya untuk menghabiskan satu jam kedepan menunggu jadwal ta'lim Great Muslimah di Sentra Inspira Office. Satu dua halaman saya baca dan kembali meneruskan tulisan ini. Begitu seterusnya. Walaupun yang sering saya tekan adalah tombol backspace karena lagi-lagi merasa kurang tepat memilih kata yang pas (aduh). But I know, it's a process. it's process process process. Change takes time, isn't?
Baiklah, mungkin kata "butiran debu" cukup untuk mengingatkan saya agar tetap terus belajar, belajar dan belajar. Tidak untuk menjadikan saya patah semangat untuk terus berkarya. Bismillah~
Warm Regards,
Lilis <3
No comments:
Post a Comment